Setoran Freeport ke Negara Diramal Melonjak Lebih dari Rp120 T di 2030

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Freeport Indonesia (PTFI) memproyeksikan kontribusi perusahaan kepada negara bakal melonjak hingga melampaui US$ 7 miliar alias setara Rp 120 triliun per tahun pada tahun 2030. Estimasi tersebut didukung oleh normalnya kapabilitas produksi, baik di sisi hulu tambang maupun akomodasi pengolahan (smelter).

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas memaparkan bahwa peningkatan setoran perusahaan untuk negara bakal meningkat dari tahun ke tahun.

"Dan kita lihat begitu masuk sudah kapabilitas produksi penuh kita lihat bahwa penerimaan negara bakal bisa melampaui US$ 7 miliar per tahun. Jadi jika kita rupiahkan itu kira-kira sekitar Rp 120 triliun per tahun begitu seterusnya selanjutnya di tahun-tahun ke depan," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat berbareng Komisi XII DPR RI di Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Detailnya, peningkatan kontribusi tersebut terhitung dari dugaan nilai mineral khususnya tembaga sebesar US$ 6 per pound dan emas US$ 4.500 per ounces.

Pada tahun 2026, setoran ke negara diperkirakan mencapai US$ 2,6 miliar setara Rp 47,05 triliun, namun nomor tersebut diprediksi meningkat menjadi US$ 4,7 miliar setara Rp 85,09 triliun pada tahun 2027 sejalan dengan peningkatan kapabilitas produksi tambang.

"Kalau kita lihat proyeksi di tahun 2027 sesuai dengan peningkatan produksi kita itu bakal penerimaan negara bakal bisa mencapai US$ 4,7 miliar di mana di dalamnya ada 0,8 alias US$ 800 juta adalah PNBP termasuk royalti di dalamnya, kemudian ada pajak termasuk pajak perseroan badan sebesar US$ 1,9 miliar dan juga bakal ada dividen sebesar US$ 1,9 miliar untuk pemerintah melalui MIND ID," jelas Tony.

Rencana pemulihan kapabilitas produksi perusahaan ditargetkan mencapai 100% pada akhir tahun 2027 mendatang. Hal itu setelah melalui tahap peningkatan produksi (ramp up) sebesar 65% pada tahun ini dan 75% pada semester I-2027 mendatang.

Seiring dengan itu, perusahaan juga mengembangkan tambang baru ialah Blok Kucing Liar nan dijadwalkan mulai berproduksi pada 2029 mendatang.

"Tahun 2027 bisa mencapai 1,2 miliar pound tembaga dan satu juta ounces emas alias sekitar 31 ton. Dan tahun 2028 terjadi peningkatan juga menjadi 1,6 miliar pound tembaga dan 1,4 juta ounces emas alias 43 ton emas begitu seterusnya selanjutnya sampai dengan tahun 2030," paparnya.

Selain itu, perusahaan juga menargetkan operasional smelter Manyar di Gresik untuk bisa berproduksi kembali mulai September tahun ini. Produksi katoda tembaga dari smelter tersebut diproyeksikan mencapai 600.000 ton per tahun.

"Penerimaan negara nan terdiri dari pajak, dividen dan royalti itu memang menurun menjadi US$ 2,6 miliar dari tahun lampau US$ 4,3 miliar. Tapi kita lihat proyeksi di tahun 2027 bakal bisa mencapai US$ 4,7 miliar," tutupnya.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya