Siaga Darurat, BPBD Kota Tasikmalaya Pasok Air Bersih bagi 5.203 jiwa Terdampak Kemarau

15 jam yang lalu 4
Siaga Darurat, BPBD Kota Tasikmalaya Pasok Air Bersih bagi 5.203 jiwa Terdampak Kemarau BPBD Kota Tasikmalaya menjalankan siaga darurat musibah dengan pasok air bersih ke 7 Kecamatan diperuntukkan bagi 1.615 KK alias 5.203 jiwa dilakukan dengan langkah mengisi tandon, ember, jerigen, jolang, galon dan tempat lainnya.(Dok BPBD Tasikmalaya)

PEMERINTAH Kota Tasikmalaya, Jawa Barat menetapkan status siaga darurat musibah kekeringan serta kebakaran rimba dan lahan dalam menghadapi potensi musim kemarau. Penetapan status siaga darurat dilakukan bulan Juli hingga 30 September 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah memasok air bersih diperuntukkan bagi 1.615 Kepala Keluarga alias 5.203 jiwa tersebar di 7 Kecamatan. 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya, Budi Martanova, mengatakan musim tandus nan terjadi sejak 4 bulan lebih dirasakan oleh penduduk lantaran sumur nan mereka miliki kering dan kekurangan air. Namun, pasokan air dilakukan kepada 1.615 Kepala Keluarga (KK) alias 5.203 Jiwa tersebar di 7 kecamatan dengan kondisi tersebut akibat tinggi.

"BPBD Kota Tasikmalaya pasok air bersih dengan jumlah 15.000 lantaran kondisi air sumur nan mereka miliki kedalaman 25 meter menyusut. Akan tetapi, penyebab lain perubahan suasana memicu musim tandus banyak lahan pertanian kandas tanam dan kandas panen hingga tidak bisa mengolah lahan lantaran kondisi kering," ujar, Budi Martanova, Selasa (21/7/2026).

Menurut Budi, musim tandus nan terjadi telah membikin banyak penduduk di pelosok kekurangan air bersih lantaran sumur nan mereka miliki menyusut hingga mengering dengan kondisi jalan berdebu meski cuaca panas maupun udara dingin tetap terjadi. Namun, petugas BPBD terus memasok air ke beragam wilayah dengan jarak berbeda jauh dari letak hingga dibantu Perumda Tirta Sukapura Tasikmalaya.

"Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus berupaya pasok kebutuhan air bersih bagi penduduk terdampak krisis air bersih dilakukan di 7 Kecamatan selama siaga darurat bencana. Akan tetapi, krisis air bersih bisa saja meluas ke wilayah lain lantaran musim tandus telah berakibat menyusutnya air sumur milik penduduk hingga saluran irigasi ke areal persawahan sudah banyak mengering," katanya.

Menurutnya, status siaga darurat musibah kekeringan serta kebakaran rimba dan lahan (Karhutla) di Kota Tasikmalaya telah berakibat pada krisis air bersih dan lahan pertanian kandas panen seluas 50 hektare kandas tanam ratusan hektare dan tidak bisa mengolah lahan paling banyak. Namun, kondisi itu terjadi di sejumlah Kecamatan seperti Kawalu, Tamansari, Indihiang, Bungursari, Purbaratu, Cibeureum dan Mangkubumi.

"Musim tandus nan terjadi di wilayahnya memasok kebutuhan air bersih bagi 1.615 Kepala Keluarga alias 5.203 jiwa berada di Kelurahan Singkup, Kelurahan Sukanagara, Kelurahan Sukaasih, Kecamatan Purbaratu, Kelurahan Gunung Gede, Kecamatan Kawalu, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kelurahan, Kecamatan Indihiang, Kelurahan Setianagara, Kecamatan Cibeureum, Kelurahan Sambongjaya, Kecamatan Mangkubumi," pungkasnya. (H-2)

Selengkapnya