Jakarta, CNBC Indonesia - Konflik Rusia-Ukraina sekarang mulai bersenggolan langsung dengan ketegangan di Timur Tengah. Laporan CNBC International menyebut Iran menuduh Ukraina melakukan serangan terhadap kapal dagangnya di Laut Kaspia, nan menewaskan satu pelaut dan melukai beberapa lainnya.
Kementerian Luar Negeri Iran apalagi memanggil kuasa upaya (chargé d'affaires) Ukraina di Teheran untuk menyampaikan protes keras atas kejadian tersebut, Minggu waktu setempat. Pemerintah Iran menyebut serangan itu sebagai tindakan berbeda dan kriminal.
"Menyampaikan protes keras Iran atas tindakan berbeda dan pidana tersebut," demikian dilaporkan laman itu mengutip Kantor Berita Republik Islam Iran (IRNA), Senin (27/7/2026).
Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengonfirmasi pasukannya melakukan serangan jarak jauh di Laut Kaspia. Dalam unggahannya di media sosial X, Zelenskyy mengatakan serangan tersebut menargetkan kapal-kapal nan digunakan untuk mengangkut logistik militer nan melibatkan Iran, termasuk sebuah kapal perang.
Selama perang melawan Ukraina, Rusia disebut banyak menggunakan drone Shahed buatan Iran. Drone tersebut menjadi salah satu senjata jagoan Moskow dalam menyerang beragam wilayah Ukraina.
Serangan terbaru ini dinilai memperluas cakupan konflik, terlebih ketika Arab Saudi juga meningkatkan operasi militernya terhadap golongan Houthi di Yaman nan didukung Iran. Masih mengutip laman nan sama, pertahanan udara Arab Saudi dilaporkan sukses mencegat dua rudal balistik nan ditembakkan dari Yaman pada Sabtu.
Ketegangan di Laut Merah dan Laut Kaspia sekarang memunculkan kekhawatiran bahwa bentrok Timur Tengah dan perang Ukraina semakin saling terkait. Di tengah eskalasi nan meningkat, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump justru menghentikan sementara serangan militer terhadap Iran guna memberi ruang bagi jalur diplomasi.
Iran Bicara ke Rusia
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan dirinya telah berbincang dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengenai respons terhadap serangan tersebut. Ia juga sudah menghubungi Uni Eropa (UE).
"Dalam pembicaraan dengan Uni Eropa dan Rusia, saya menegaskan bahwa apa nan dilakukan Kyiv tidak bisa dibiarkan tanpa balasan," tulis Araghchi di platform X.
Sebelumnya, angan pasar terhadap kemungkinan dibukanya kembali jalur diplomasi turut menekan nilai minyak bumi pada Jumat. Minyak Brent ditutup turun nyaris 4% ke level US$96,78 per barel sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah 3% menjadi US$89,31 per barel.
Tiga sumber Reuters sebelumnya menyebut Pakistan tengah berupaya memfasilitasi dimulainya kembali perbincangan antara Amerika Serikat dan Iran. Disebut China juga memberi dukungan.
(sef/sef)
Addsource on Google

2 jam yang lalu
4







English (US) ·
Indonesian (ID) ·