Siapa Abdul El-Sayed, Muslim Calon Kuat Senat AS yang Dibenci Trump?

1 jam yang lalu 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Politik Amerika Serikat (AS) kembali memanas. Presiden AS Donald Trump melontarkan kritik keras setelah kandidat progresif Muslim, Abdul El-Sayed, memenangkan pemilihan pembukaan (primary) Partai Demokrat untuk bangku Senat dari negara bagian Michigan.

Mengutip Al Jazeera Jumat (7/8/2026), kemenangan El-Sayed dinilai mengejutkan. Ia sukses mengalahkan personil Kongres Haley Stevens nan didukung para petinggi Partai Demokrat serta golongan lobi pro-Israel, termasuk American Israel Public Affairs Committee (AIPAC).

Tak lama setelah hasil pemungutan bunyi diumumkan, Trump langsung menyerang El-Sayed melalui pernyataannya. Ia menyebut kandidat tersebut sebagai "komunis pecundang nan membenci orang Yahudi dan Israel".

Kemenangan El-Sayed diraih dengan selisih bunyi nan sangat tipis. Meski demikian, hasil tersebut dianggap sebagai pukulan bagi kubu politik mapan Partai Demokrat dan golongan pro-Israel nan menggelontorkan biaya kampanye dalam jumlah besar untuk mendukung lawannya.

Dalam pidato kepada para pendukungnya, El-Sayed mengingatkan bahwa kampanyenya kudu menghadapi serangan biaya politik nan sangat besar. "Kami menghadapi sekitar US$70 juta (sekitar Rp1,16 triliun) nan diarahkan untuk melawan kami, tetapi kami terus berjuang," katanya.

Menurut laporan tersebut, kemenangan El-Sayed menunjukkan bahwa besarnya biaya kampanye dan support elite politik tidak lagi menjamin kemenangan dalam pemilihan pembukaan Partai Demokrat. Slogan kampanye El-Sayed adalah "Uang keluar dari politik, duit masuk ke kantong Anda, Medicare untuk semua" dan berfokus pada penurunan biaya hidup dan ekspansi akses jasa kesehatan.

Selanjutnya El-Sayed bakal menghadapi kandidat Partai Republik, Mike Rogers, pada pemilihan umum Senat AS nan dijadwalkan berjalan November mendatang. Rogers diketahui mendapat support dari Trump dan diperkirakan kembali memperoleh sokongan dari golongan pro-Israel.

Siapa Abdul El-Sayed?

Mengutip Anadolu Agency, El-Sayed, dikenal sebagai seorang pegiat kesehatan masyarakat. Pria 41 tahun, lahir di Rochester Hills, negara bagian Michigan, dari pasangan imigran asal Mesir.

Ia merupakan lulusan University of Michigan, kemudian meraih gelar master dari Columbia University, sebelum melanjutkan pendidikan ahli di University of Oxford. Pada 2018, El-Sayed mencalonkan diri dalam pemilihan pembukaan Partai Demokrat untuk posisi Gubernur Michigan, namun kalah dari Gretchen Whitmer.

Setelah itu, dia berkembang menjadi salah satu tokoh utama sayap progresif Partai Demokrat. Jika sukses memenangkan pemilihan umum pada November mendatang, Abdul El-Sayed bakal menjadi Muslim pertama nan menjabat sebagai personil Senat AS.

Sebenarnya, El-Sayed bukan satu-satunya kandidat progresif nan meraih kemenangan di Michigan. Dalam pemilu nan sama, legislator negara bagian Donavan McKinney mengalahkan petahana Shri Thanedar nan didukung golongan pro-Israel dalam pemilihan personil DPR AS.

Di distrik lain di utara Detroit, aktivis suasana William Lawrence juga memenangkan pemilihan pembukaan Partai Demokrat untuk Kongres dengan selisih 15 poin. Di beragam negara bagian lain seperti California, Colorado, Pennsylvania, New Jersey, hingga New York, kandidat progresif juga sukses mengalahkan sejumlah petahana maupun merebut bangku kosong di wilayah pedoman Demokrat.

Yang membikin kemenangan El-Sayed dinilai sangat krusial bukan hanya lantaran besarnya biaya kampanye dan support elite nan kudu dia hadapi, tetapi juga lantaran dia menang dalam pemilu tingkat negara bagian di Michigan. Negara bagian itu merupakan salah satu swing state nan memilih Donald Trump kurang dari dua tahun lalu.

Sementara itu, kemenangan El-Sayed juga menuai pujian dari Senator progresif Bernie Sanders. Sanders menyebut hasil tersebut sebagai "kemenangan paling luar biasa dalam politik modern Amerika", mengingat El-Sayed bisa menang meski biaya kampanyenya kalah jauh dibanding lawannya.

Sebenarnya rumor perang di Gaza menjadi salah satu tema utama dalam kampanye El-Sayed. Ia berulang kali menyerukan agar anggaran pemerintah lebih diprioritaskan untuk jasa kesehatan dan kebutuhan masyarakat dibanding pembiayaan perang di luar negeri.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya