4 Tewas dan 15 Siswa Terluka akibat Penembakan di Sekolah Thailan

1 jam yang lalu 2
4 Tewas dan 15 Siswa Terluka akibat Penembakan di Sekolah Thailan Penembakan tragis terjadi di sebuah sekolah menengah di Nonthaburi, Thailan. Empat orang tewas, termasuk dua pembimbing dan dua siswa.(AFP)

PENEMBAKAN tragis terjadi di sebuah sekolah menengah di Provinsi Nonthaburi, utara Bangkok, Thailan. Dua siswa dan dua pembimbing tewas dalam kejadian tersebut.

Wakil Menteri Dalam Negeri Thailan, Polapee Suwunchwee, mengonfirmasi empat korban tewas akibat serangan di letak kejadian. Selain korban jiwa, sedikitnya 15 siswa dilaporkan mengalami luka-luka. Polapee menjelaskan para siswa nan terluka tidak terkena tembakan, melainkan terluka saat berupaya menyelamatkan diri dan melarikan diri dari lokasi.

Pelaku penembakan diidentifikasi sebagai seorang siswa remaja dari sekolah tersebut. Laporan media lokal nan mengutip otoritas setempat menyebut pelaku juga telah tewas. Beberapa laporan menyebut polisi menembak meninggal tersangka, sementara laporan lain menyatakan pelaku tewas lantaran bunuh diri.

Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, menyampaikan rasa duka dan keprihatinannya atas kejadian berdarah ini saat ditemui di Government House, Bangkok.

"Ini adalah kejadian nan sangat mengerikan. Hal ini semestinya tidak pernah terjadi. Bagaimana bisa perihal ini terjadi di negara kita?" ujar Anutin kepada wartawan.

Polapee menambahkan tersangka menggunakan senjata api jenis pistol. Kementerian Dalam Negeri saat ini tengah menyelidiki gimana siswa tersebut bisa mendapatkan senjata api. Foto-foto nan diunggah media lokal memperlihatkan tersangka mengenakan seragam sekolah berwarna ungu dan membawa tas selempang hitam, dengan beberapa selongsong peluru berceceran di tanah.

Akibat kejadian ini, arus lampau lintas di sekitar Sekolah Debsirin Nonthaburi sempat mengalami kemacetan parah. Orangtua siswa beramai-ramai mendatangi sekolah untuk menjemput anak-anak mereka.

Thailan merupakan salah satu negara dengan tingkat kepemilikan senjata api tertinggi di Asia Tenggara, dengan perkiraan 10 juta senjata beredar, alias satu senjata untuk setiap tujuh penduduk.

Insiden penembakan di lingkungan sekolah ini menambah daftar panjang kekerasan senjata api di Thailan. Sebelumnya pada Februari lalu, seorang remaja menembak kepala sekolah hingga tewas dan melukai dua siswa di area selatan Thailan menggunakan senjata milik polisi nan dicurinya. Pada 2022, seorang mantan polisi juga melakukan pembantaian di sebuah tempat penitipan anak di Thailan utara nan menewaskan 24 anak-anak dan 12 orang dewasa. (AFP/Z-2)

Selengkapnya