Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman enggan berbincang banyak saat ditanya mengenai sosok nan dinilai layak mengisi posisi Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) nan saat ini tetap kosong. Amran menegaskan, penentuan Wamentan sepenuhnya merupakan kewenangan Presiden Prabowo Subianto.
Hal itu disampaikan Amran saat dicecar wartawan mengenai kriteria, hingga kemungkinan nama nan bakal direkomendasikan untuk menduduki kedudukan Wamentan.
Saat ditanya apakah dirinya mempunyai rekomendasi calon Wamentan kepada Presiden, Amran hanya menanggapinya sembari tertawa.
"Apa? Saya rekomendasikan...," ujar Amran sembari tertawa kepada wartawan saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Tak lama berselang, Amran kembali mendapat pertanyaan mengenai kriteria sosok nan cocok menjadi Wamentan. Namun, lagi-lagi dia memilih melempar pertanyaan tersebut kepada wartawan.
"Menurutmu kira-kira nan cocok nan kayak gimana?" katanya.
Meski demikian, Amran memastikan siapa pun nan nantinya ditunjuk menjadi Wakil Menteri Pertanian merupakan keputusan terbaik dari Presiden Prabowo.
"Kita ikut pada Presiden apa keputusan Beliau. Itu nan terbaik buat Kementerian Pertanian," sebut dia.
Saat ditanya kapan posisi Wamentan bakal terisi, Amran juga tidak memberikan jawaban pasti. Ia hanya berseloroh kepada wartawan.
"Kira-kira...," ucapnya sembari berseloroh. "Tapi keahlian nggak bakal terganggu. Enggak lah, aman. Oke. Sabar, sabar. Makasih ya."
Dalam kesempatan nan sama, Amran juga dimintai tanggapan mengenai penunjukan Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Ia memuji kapabilitas mantan Wakil Menteri Pertanian tersebut sebagai sosok pekerja keras.
"Kami... nggak ada pesan. (Sudaryono) hebat, cerdas. Dia pekerja keras dan tetap muda, energik," kata Amran.
Adapun pesan nan secara unik disampaikan kepada Sudaryono adalah agar menerapkan sistem merit di BGN.
"Pesan saya satu ke beliau, gimana merit sistem diterapkan di BGN. Meritokrasi. Sudah," pungkasnya.
Sebagai informasi, meritokrasi adalah sistem nan menempatkan seseorang pada kedudukan alias posisi berasas kemampuan, prestasi, dan kompetensi, bukan lantaran aspek ketenaran, kekayaan, alias kedekatan politik.
(wur)
Addsource on Google

55 menit yang lalu
5







English (US) ·
Indonesian (ID) ·