Perbatasan Maroko dan Spanyol.(Dok AFP)
KEMENTERIAN Dalam Negeri Spanyol menegaskan kesiapannya menghadapi potensi gelombang baru imigran terlarangan dari Maroko nan diperkirakan bakal berupaya memasuki wilayah Ceuta. Informasi tersebut disampaikan berasas laporan media Spanyol 20minutos pada Jumat (7/8).
Laporan Radio Cadena SER, nan mengutip sumber internal, menyebut bahwa arus kehadiran imigran dari Maroko menuju Ceuta berpotensi terjadi sebelum 15 Agustus.
"Kami bakal siap menangani situasi ini," kata seorang sumber di Kemendagri Spanyol kepada surat berita tersebut.
Sebelumnya, pada Rabu (5/8), perwakilan pemerintah Spanyol di Ceuta, Alejandro Ramirez, mengungkapkan kekhawatiran mengenai rayuan di media sosial nan menyerukan upaya penembusan massal ke wilayah tersebut pada 15 Agustus mendatang.
Menanggapi potensi tersebut, Pasukan Garda Sipil Spanyol disebut telah meningkatkan kesiapan operasional serta memperkuat koordinasi antarlembaga. Langkah ini dilakukan untuk mencegah terulangnya kericuhan seperti nan terjadi pada akhir Juli lalu.
Pada pekan sebelumnya, Ceuta, wilayah kantong Spanyol nan berada di Afrika Utara dan berbatasan langsung dengan Maroko, mengalami lonjakan kehadiran imigran dalam jumlah besar.
Dalam sehari, sekitar 60.000 orang dilaporkan menyeberang ke Ceuta, sementara jumlah masyarakat wilayah tersebut hanya berkisar 85.000 jiwa.
Krisis migrasi itu juga memicu respons dari sejumlah negara personil Uni Eropa. Beberapa pejabat dari Denmark, Italia, Republik Ceko, dan Finlandia dilaporkan mendorong penangguhan sementara keanggotaan Spanyol di area Schengen sebagai respons terhadap situasi tersebut. (Ant/E-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·