Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyiapkan portal unik hingga memungkinkan orang tua memantau secara langsung menu Makan Bergizi Gratis (MBG) nan diterima anak di sekolah. Melalui platform tersebut, masyarakat nantinya dapat memandang menu harian, foto makanan, kandungan gizi, hingga letak dapur nan memasak makanan tersebut.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan, portal itu ditargetkan dapat diluncurkan dalam satu hingga dua pekan ke depan, sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi penyelenggaraan program MBG.
"Kami sedang menyiapkan sistem, insyaallah mungkin doakan bisa segera, saya mengerti ekspektasi publik sangat mengharapkan ini segera bisa kita bereskan. Kasih kami waktu mungkin satu-dua minggu untuk menyiapkan satu portal, di mana stakeholder MBG, dalam perihal ini nan paling berkepentingan kan adalah sekolah dan orang tua, itu bisa ngecek anaknya di sekolah diberi makan oleh negara dengan menu apa, fotonya apa, kandungan gizinya apa, hari ini apa, besok apa, kemarin apa," kata Sudaryono dalam konvensi pers di instansi Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Rabu (29/7/2026).
Tak hanya itu, portal tersebut juga bakal memuat info mengenai letak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur nan memasak makanan, beserta identitas kepala SPPG.
"Itu kami siapkan sebagai transparansi, termasuk alamat makanan itu dimasak, SPPG alamatnya mana, kepala SPPG-nya siapa. Jadi kita mau memberi tahu kepada nan sangat berkepentingan, ialah orang tua ya, anak saya di sekolah ini sama negara diberikan jasa makanan nan seperti apa," ujarnya.
Wapres Gibran meninjau pembagian MBG di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa (21/4/2026). (CNBC Indonesia/Halimatus Sa’diyah) Foto: Wapres Gibran meninjau pembagian MBG di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa (21/4/2026). (CNBC Indonesia/Halimatus Sa’diyah)
Menurut Sudaryono, keterbukaan info tersebut diharapkan dapat mencegah munculnya info nan keliru mengenai penyelenggaraan MBG di media sosial.
"Nah ini jangan sampai kemudian ada timbul-timbul interpretasi nan berbeda-beda, kemudian diupload di sosial media jadi misleading. Jadi kami menyiapkan itu," tutur dia.
Di sisi lain, BGN juga memperkuat pengawasan terhadap operasional dapur MBG melalui sistem digital. Sudaryono mengakui kualitas jasa sangat berjuntai pada kepala SPPG alias kepala dapur nan bekerja memastikan kualitas bahan baku, proses memasak, hingga pengedaran makanan kepada penerima manfaat.
"Persoalan nan berikutnya adalah gimana hasil kualitas kerja ini sangat ditentukan oleh kepala dapur, nan memastikan masakannya bagus, menunya bagus, dibelanjakan dengan kualitas bahan baku nan baik. Kemudian didistribusikan dengan baik dan diterima dengan baik. Bottlenecking ada pada kepala SPPG alias kepala dapur. Maka kami punya prinsip 'trust is good, control is better'. Jadi kita tidak bisa hanya percaya saja, tapi gimana memonitor semua aktivitas di dapur itu by system," jelas Sudaryono.
Ia menjelaskan, sistem tersebut bakal memantau seluruh tahapan penyelenggaraan MBG, mulai dari pengolahan bahan baku, proses memasak, distribusi, hingga makanan diterima dan dikonsumsi siswa.
"Kami sudah membangun sistem IT-nya, gimana memastikan dari mulai nyacah kol sampai dengan dimasak, dimasak berapa lama, suhunya berapa, kemudian matang berapa lama, didinginkannya sekian lama, kemudian dibungkus berapa, kemudian di-deliver berapa lama, diterima jam berapa, dimakan jam berapa, selesai makan jam berapa, dibawa omprengnya pulang ke dapur, dicuci bersih selesai jam berapa. Ini ada lock-lock seperti itu, termasuk pembelanjaan bahan baku itu juga," jelasnya.
Sudaryono menambahkan, saat ini sistem digital tersebut telah mempunyai tujuh modul nan mencakup proses penyelenggaraan MBG, termasuk info penerima manfaat.
"Ya jadi kita mau memastikan bahwa semua dapur melaksanakan SOP, dan Service Level Agreement lah kira-kira," pungkas dia.
(wur)
Addsource on Google

17 jam yang lalu
4







English (US) ·
Indonesian (ID) ·