Tadej Pogacar bersiap mengunci gelar kelima Tour de France. Richard Carapaz menangi etape 20 dramatis di Alpe d'Huez usai Sepp Kuss dua kali jatuh.(AFP)
PEMBALAP sepeda asal Slovenia, Tadej Pogacar, berada di periode sejarah untuk menyamai rekor lima gelar Tour de France. Kepastian ini kian dekat setelah etape 20 nan penuh drama menyaksikan pembalap Ekuador, Richard Carapaz, meraih kemenangan di Alpe d'Huez usai Sepp Kuss mengalami kecelakaan dobel menjelang garis finis.
Jika bisa menghindari kecelakaan fatal pada etape terakhir menuju Paris pada hari Minggu, di mana klasemen umum secara tradisi tidak lagi diperebutkan, Pogacar bakal sejajar dengan para legenda balap sepeda bumi seperti Jacques Anquetil, Eddy Merckx, Bernard Hinault, dan Miguel Indurain.
Pembalap berumur 27 tahun dari tim UAE Team Emirates-XRG tersebut mengakhiri etape terberat sepanjang 170,9 km ini di urutan keempat. Pogacar memilih menahan diri demi mengawal rekan setimnya nan berumur 22 tahun asal Meksiko, Isaac del Toro, untuk mengamankan posisi ketiga di podium umum sekaligus jersey putih klasemen pembalap muda. Keduanya melintasi garis finis berbarengan sembari merangkul bahu satu sama lain.
"Saya melakukan nan terbaik untuk membantu Isaac," kata Pogacar usai balapan. "Rasa hormat nan besar atas apa nan telah dilakukan seluruh tim selama tiga minggu terakhir. Saya akhirnya merasakan sendiri [menjadi pembalap pendukung/domestique] dan meskipun sebelumnya saya sudah menghargai kerja rekan setim, sekarang rasanya ada di level nan berbeda."
"Merinding [saat kami melintasi garis finis bersama]. [Itu] sangat dahsyat dan menjadi salah satu momen untuk dikenang," tambahnya. Mengenai masa depannya, dia juga menyinggung, "Saya pasti tidak bakal melakukan ini terlalu lama, saya pikir. Isaac menunjukkan potensi besar, tapi kami belum memberikan tekanan apa pun pada Isaac."
Etape 20 menjadi panggung drama bagi pembalap AS, Sepp Kuss. Setelah melakukan serangan sendirian sekitar 25 km sebelum finis, Kuss mengalami kecelakaan di dekat kota Alpe d'Huez. Ia sempat bangkit, namun kembali terjatuh di tikungan ke kanan hingga jalurnya melebar dan tertahan jaring pengaman di tepi jurang.
Insiden tersebut dimanfaatkan oleh Carapaz dari tim EF Education-Easypost untuk mengambil alih ketua balapan. Pembalap Ekuador itu mengamankan kemenangan etape keduanya dalam tiga hari sekaligus menyegel gelar raja tanjakan (king of the mountains). Remco Evenepoel finis di urutan kedua, sementara Kuss kudu merelakan kesempatan kemenangannya.
"Saya tidak terlalu takut," ujar Kuss mengenai kejadian kecelakaan tersebut. "Saya hanya jengkel lantaran kami sempat melewatinya tadi pagi dan saya memandang tikungan itu sembari berpikir: 'Ah, itu tikungan turunan nan cukup bagus, tidak masalah saat balapan,' jadi saya melaluinya dengan cukup cepat."
"Ternyata tikungannya sedikit lebih tajam dari nan saya duga. Istri saya tidak bakal mengizinkan saya balapan lagi, dia selalu menyuruh saya tidak mengambil akibat di turunan, tapi Anda kudu mendapatkan sedikit dorongan adrenalin sesekali," seloroh Kuss.
Dengan hasil ini, Pogacar memimpin klasemen umum dengan kelebihan 6 menit 26 detik atas Remco Evenepoel di posisi kedua. Sementara itu, pihak penyelenggara ASO mengumumkan jarak etape terakhir menuju Paris dipangkas dari 133 km menjadi 89 km lantaran pengalihan personel darurat untuk menangani kebakaran rimba di wilayah barat daya Prancis. (BBC/Z-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·