Ilustrasi sistem Beta Pictoris menampilkan planet nan baru ditemukan, Beta Pictoris d, di sebelah kanan.(NASA/ESA/CSA/STScI/Ralf Crawford (STScI))
SETELAH melakukan pengamatan mendalam selama lebih dari satu dekade, para astronom akhirnya sukses menemukan sebuah planet baru nan tersembunyi di sistem bintang Beta Pictoris. Objek antariksa luar biasa ini dinobatkan sebagai eksoplanet (planet di luar tata surya) paling redup nan pernah dipotret secara langsung dari Bumi.
Eksoplanet nan dinamai Beta Pictoris d ini terletak sejauh 63 tahun sinar dari Bumi dan mempunyai karakter nan sangat kontras dengan planet saudaranya nan sudah ditemukan lebih dulu.
"Planet baru ini 100 kali lebih redup daripada Beta Pictoris b, planet terkenal di sistem nan sama, menjadikannya eksoplanet paling redup nan pernah dicitrakan langsung dari Bumi," ungkap Markus Bonse, salah satu pemimpin tim dan peneliti dari European Southern Observatory
Keberadaan planet gas raksasa ini dikonfirmasi secara terpisah oleh dua tim menggunakan Teleskop James Webb dan Very Large Telescope (VLT) di Chili, setelah sebelumnya para intelektual sempat skeptis lantaran mengira titik terang tersebut hanyalah distorsi alias derau (noise) belaka.
Menanggapi tantangan tersebut, Jean-Baptiste Ruffio, seorang intelektual riset di Universitas California, San Diego, mengakui bahwa mereka telah belajar untuk tidak memercayai gumpalan terang dalam gambar. Namun, setelah melakukan kajian mendalam terhadap info arsip selama 11 tahun terakhir, mereka menyadari bahwa planet ini memang selalu ada di sana.
Menariknya, penemuan ini terjadi tanpa direncanakan sebelumnya. Rekan pemimpin tim astronom dari Universitas Edinburgh, Ben Sutlieff, mengungkapkan, "Ini adalah penemuan nan tidak disengaja. Kami awalnya mau memandang lebih banyak pada planet nan sudah dikenal dalam sistem tersebut, Beta Pictoris b, untuk memandang gimana dia berubah dari waktu ke waktu."
Melalui ketidaksengajaan itulah mereka justru sukses mengungkap eksoplanet nan mempunyai massa sekitar 2,4 kali dari massa Jupiter ini.
Kunci Pembuka Misteri Tata Surya Muda
Kehadiran Beta Pictoris d juga memecahkan teka-teki lama mengenai piringan debu dan puing-puing sisa pembentukan planet di sistem tersebut nan selama ini mempunyai corak nan aneh. Posisi dan massa Beta Pictoris d nan baru ditemukan ini rupanya sangat pas untuk menjelaskan anomali tersebut.
Selain meluruskan struktur sistemnya, para intelektual juga sukses mengintip atmosfer planet ini menggunakan info dari teleskop James Webb. Hasilnya, mereka menemukan kandungan karbon monoksida, uap air, dan metana.
Data tersebut menjadi sangat berbobot mengingat usia bintang Beta Pictoris sendiri tetap sangat muda, ialah sekitar 23 juta tahun, sehingga memberikan gambaran jelas mengenai kondisi awal pembentukan sebuah tata surya.
Penemuan ini kian spesial lantaran menggunakan metode pencitraan langsung (direct imaging) nan sangat langka—kurang dari 100 dari total 6.000 lebih eksoplanet di katalog NASA nan sukses ditemukan dengan langkah ini. Metode tersebut tergolong susah lantaran mengharuskan intelektual memisahkan pancaran termal planet nan redup dari silau bintang induknya nan sangat terang.
Oleh lantaran itu, keberhasilan memotret sistem multi-planet seperti ini menjadi pencapaian tertinggi bagi para ilmuwan. Keberhasilan ini pun memicu optimisme tinggi bahwa tetap banyak planet lain nan menunggu untuk ditemukan di luar sana.
(Space/Smithsonian/P-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·