Ilustrasi(Dok Istimewa)
TIM panahan Indonesia membidik peningkatan prestasi berupa raihan lencana sekaligus mengamankan tiket Olimpiade Los Angeles 2028 pada arena Asian Games Aichi-Nagoya 2026 nan bakal berjalan 19 September hingga 4 Oktober mendatang.
Target itu dipatok lebih tinggi demi melampaui pencapaian pada jenis sebelumnya di Asian Games Hangzhou 2022 saat tim Indonesia membawa pulang dua lencana perunggu.
Atlet panahan jagoan Indonesia, Riau Ega Agatha Salsabila, mengungkapkan angan besarnya agar tim panahan Indonesia, khususnya di nomor recurve dan compound, dapat berbincang lebih banyak. Ajang multievent terbesar di Asia kali ini mempunyai nilai strategis nan sangat krusial lantaran juga berfaedah sebagai babak kualifikasi untuk pesta olahraga sejagat.
"Saya sendiri ya mudah-mudahan di AIC kelak bisa ada peningkatan terhadap prestasi, khususnya di tim Recurve dan di Compound. Dan mudah-mudahan di Asian Games kelak kita bisa mengambil kesempatan lantaran di sana kelak ada Olympic Qualifier. Jadi mudah-mudahan kita bisa ambil lencana dan juga tiket Olimpiknya," ujar Riau Ega kepada pewarta.
Untuk mengamankan tiket kelolosan menuju Olimpiade melalui Technical Handbook (THB) nan ada, setiap atlet idealnya kudu bisa menempati ranking pertama. Kendati demikian, izin perlombaan nan memisahkan nomor beregu dan perseorangan memberikan celah serta kesempatan tambahan bagi pemanah lain di bawahnya.
"Nanti itu ada di beregu sama individu. Jadi jika seumpamanya ada satu atlet nan dapet dua tiket di dua nomor itu, kelak bisa turun ke atlet bawahnya. Jadi ya mudah-mudahan apa namanya kita bisa ambil kesempatan itu," papar Riau Ega.
Demi merealisasikan sasaran besar tersebut, konsentrasi utama dalam program pelatnas panahan saat ini bertumpu pada simulasi internal guna mengejar segala kekurangan. Porsi simulasi pertandingan dan turnamen antar-atlet sekarang diperbanyak guna mematangkan mentalitas bertanding setelah melewati serangkaian uji coba sepanjang tahun.
"Untuk program latihan sih lebih banyak mengejar ketertinggalan kita selama latihan tahun ini. Jadi lebih banyak simulasi-simulasi pertandingan juga, terus turnamen-turnamen antar atlet juga sih," jelasnya.
Menyinggung peta persaingan di area Asia, kekuatan bagian olahraga panahan sekarang dinilai sudah jauh lebih merata. Meskipun Korea Selatan tetap menjadi kekuatan nan diwaspadai, Riau Ega memandang meratanya kekuatan di Asia justru menjadi untung tersendiri bagi Indonesia untuk menyodok ke jejeran elite.
"Semua atlet nan bagus itu berasal dari Asia dan mudah-mudahan besok di Asian Games kita jadi salah satu darinya juga," tambahnya.
Di samping masalah teknis dan peta persaingan, aspek pendukung seperti kehadiran fisioterapis alias masseur nan melekat dengan tim di lapangan menjadi kebutuhan krusial nan diharapkan dapat terpenuhi.
Mengingat tingginya tekanan dan lama bertanding nan lama di lapangan, keberadaan fisioterapis dinilai sangat vital dalam mempercepat proses pemulihan bentuk atlet.
"Keberadaan masseur di lapangan dan bisa melekat sama kita itu suatu untung juga lantaran bisa membantu recovery kita lebih cepat," urai Riau Ega.
Terkait penyesuaian cuaca dan kondisi lapangan pertandingan di Jepang nanti, karakter hembusan angin diperkirakan tidak bakal jauh berbeda dengan kondisi tempat latihan di Indonesia. Namun, tim panahan Indonesia berambisi bisa bertolak ke letak pertandingan lebih awal agar proses aklimatisasi melangkah jauh lebih maksimal sebelum kejuaraan resmi dimulai.
"Tadi minta lebih sigap datangnya itu juga lebih baik sih," kata Riau Ega
"Iya, mudah-mudahan jadi adaptasinya bisa lebih maksimal sih," imbuhnya.(H-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·