Jakarta, CNBC Indonesia - Wacana kenaikan tarif Transjakarta kembali mencuat setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai mengkaji penyesuaian tarif nan selama nyaris dua dasawarsa memperkuat di nomor Rp3.500 per perjalanan. Kajian tersebut dilakukan di tengah besarnya beban subsidi transportasi nan ditanggung APBD.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap belum mengambil keputusan mengenai besaran tarif baru. Evaluasi dilakukan dengan mempertimbangkan keahlian fiskal daerah, biaya operasional layanan, serta dampaknya terhadap masyarakat pengguna transportasi umum.
"Nanti kita sedang tinjau," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno kepada CNBC Indonesia di Sarinah, Kamis (23/7/2026) malam.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan tarif Transjakarta sebesar Rp3.500 sudah tidak berubah selama sekitar 20 tahun. Sementara itu, biaya operasional terus meningkat sehingga subsidi nan kudu ditanggung pemerintah wilayah juga semakin besar.
Sejumlah penduduk melintas di zebra cross halte Centrale Stichting Wederopbouw (CSW) di Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat, (3/10/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Sejumlah penduduk melintas di zebra cross halte Centrale Stichting Wederopbouw (CSW) di Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat, (3/10/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Berdasarkan kalkulasi Pemprov DKI, biaya operasional Transjakarta mencapai sekitar Rp13.000 per penumpang. Dengan tarif nan tetap bertindak saat ini, pemerintah kudu memberikan subsidi sekitar Rp9.700 untuk setiap perjalanan.
Meski begitu, Pemprov DKI memastikan perlindungan terhadap golongan masyarakat nan selama ini menikmati jasa cuma-cuma tetap menjadi prioritas andaikan nantinya penyesuaian tarif diberlakukan. Sebanyak 15 golongan penerima faedah disebut tetap bakal memperoleh akomodasi transportasi tanpa dikenakan biaya.
Di sisi lain, kajian tarif juga mempertimbangkan keahlian dan kemauan masyarakat untuk membayar, alias ability to pay (ATP) dan willingness to pay (WTP). Hasil pertimbangan tersebut nantinya bakal menjadi dasar usulan nan diajukan kepada DPRD DKI Jakarta sebelum kebijakan resmi ditetapkan.
Sebagai catatan, Transjakarta resmi diluncurkan dan beraksi pada 15 Januari 2004. Tarif awal adalah Rp 3.500 untuk semua perjalanan. Hingga 2026 alias lebih dari 22 tahun, tarif Transjakarta tidak pernah naik.
(fys/wur)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
3







English (US) ·
Indonesian (ID) ·