Kawasan Pagerwojo, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mencekam pada Rabu (5/8) awal hari akibat tindakan tawuran antar golongan massa.(MI/Heri Susetyo)
KAWASAN Pagerwojo, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mencekam pada Rabu (5/8) awal hari akibat tindakan tawuran antar golongan massa. Bentrokan tersebut melibatkan sekelompok suporter Bonek Mania dengan sekumpulan orang tidak dikenal (OTK) tepat setelah agenda nonton bareng (nobar) pertandingan Derby Jawa Timur antara Persebaya Surabaya melawan Arema Malang.
Berdasarkan info nan dihimpun, peristiwa bermulai saat puluhan suporter tengah berkumpul di Kafe Sendok Gula. Suasana nan awalnya kondusif usai menyaksikan pertandingan mendadak berubah menjadi mencekam ketika area kafe diserang secara tiba-tiba oleh sekelompok orang nan belum diketahui identitasnya.
Penjaga kafe, Gede Pratama, memberikan kesaksian bahwa serangan tersebut dilakukan oleh golongan massa dalam jumlah nan cukup banyak. "Ada belasan orang nan menyerang," ungkap Gede saat memberikan keterangan di letak kejadian.
Mendapat serangan mendadak, massa suporter nan berada di dalam kafe tidak tinggal diam. Mereka langsung keluar dan melakukan perlawanan. Aksi saling serang pun pecah di sepanjang jalan. Massa suporter nan berbekal bambu, perangkat seadanya, serta letusan petasan kembang api, terlihat mengejar golongan OTK tersebut ke arah timur.
Respons Kepolisian dan Kondisi Terkini
Petugas kepolisian nan menerima laporan adanya kericuhan segera menerjunkan personel ke letak kejadian untuk membubarkan massa dan melerai bentrok agar tidak meluas ke pemukiman warga.
Kapolsek Buduran, Kompol Sugeng Sulistyono, mengonfirmasi bahwa kejadian ini dipicu oleh serangan mendadak terhadap golongan pemuda nan sedang berkumpul. "Jadi kronologisnya, saat itu ada sekelompok pemuda suporter (yang sedang berkumpul usai nobar lampau diserang)," jelas Kompol Sugeng.
Pihak kepolisian memastikan bahwa kericuhan sukses diredam sebelum menimbulkan akibat nan lebih fatal. Hingga saat ini, dilaporkan tidak ada korban jiwa maupun luka berat dalam kejadian tersebut. Petugas juga telah mengamankan sejumlah peralatan bukti di lokasi, termasuk sisa-sisa kembang api nan digunakan selama bentrok berlangsung.
Langkah Antisipasi:
Pasca-kejadian, kepolisian menyiagakan sejumlah personel di sekitar area Pagerwojo dan titik-titik rawan di Sidoarjo. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi adanya tindakan jawaban alias bentrok susulan antar golongan massa.
Saat ini, kasus penyerangan tersebut tetap dalam penanganan intensif pihak kepolisian untuk mengungkap identitas golongan OTK dan motif di kembali penyerangan tersebut. (HS/I-1)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·