ilustrasi(Anadolu)
KOMANDO Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengeklaim telah mengawal lebih dari 1.000 kapal komersial untuk melintasi Selat Hormuz secara aman. Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan militer antara Washington dan Teheran di area perairan vital tersebut.
Lewat pernyataan resminya di platform X, CENTCOM menegaskan bahwa rute bagian selatan Selat Hormuz tetap dibuka bagi aktivitas pelayaran internasional.
"Rute selatan melalui Selat Hormuz tetap bebas dan terbuka bagi semua kapal komersial nan mau melintasi jalur perairan internasional tersebut. Selama tiga bulan terakhir, pasukan AS telah membantu lebih dari 1.000 kapal untuk sukses melintasi selat tersebut meskipun terjadi agresi nan tidak berdasar dari Iran; dan perlintasan ini terus bersambung hingga hari ini," tulis CENTCOM.
Eskalasi di perairan strategis tersebut merupakan buntut dari tumbangnya kesepakatan tenteram kedua negara. Sebelumnya, AS dan Iran sempat menandatangani nota kesepahaman pada 18 Juni untuk mengakhiri bentrok bersenjata nan pecah sejak 28 Februari.
Namun, pada 8 Juli, Presiden AS Donald Trump secara sepihak mengumumkan bahwa gencatan senjata tersebut tidak lagi berlaku, nan kemudian disusul oleh gelombang serangan udara AS ke wilayah Iran.
CENTCOM bergeming bahwa rangkaian serangan militer AS dilakukan sebagai respons atas tindakan intimidasi Iran terhadap kapal-kapal komersial nan melintasi Selat Hormuz. Sebaliknya, pasukan Iran membalas dengan melancarkan gempuran ke sejumlah pangkalan militer AS nan tersebar di Timur Tengah.
Menanggapi gempuran tersebut, Pemerintah Iran secara resmi mengumumkan penutupan Selat Hormuz pada 12 Juli hingga seluruh kombinasi tangan militer AS di area tersebut dihentikan total.
Guna merespons tindakan Teheran, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat bakal bertindak langsung sebagai "penjaga" Selat Hormuz sekaligus menerapkan kembali blokade ketat terhadap pelabuhan-pelabuhan milik Iran. (Ant/P-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·