Terduga Pencuri Ayam Tewas di Tabanan, Wakil Ketua DPR Imbau Masyarakat tidak Main Hakim Sendiri

2 jam yang lalu 5
Terduga Pencuri Ayam Tewas di Tabanan, Wakil Ketua DPR Imbau Masyarakat tidak Main Hakim Sendiri Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati(DPR RI)

WAKIL Ketua DPR RI Sari Yuliati menyampaikan keprihatinan nan mendalam atas kejadian amuk massa nan menewaskan seorang laki-laki terduga pencuri ayam di Kabupaten Tabanan, Bali.

Sari menegaskan, apa pun corak dugaan tindak pidana nan dilakukan seseorang, proses penyelesaiannya wajib diserahkan penuh kepada abdi negara penegak norma sesuai prosedur nan berlaku. Menurutnya, tindakan main pengadil sendiri bertentangan dengan prinsip negara norma dan berpotensi memicu pelanggaran norma baru.

“Indonesia adalah negara hukum. Karena itu, setiap penduduk negara kudu menghormati proses norma nan berlaku. Jangan pernah mengambil tindakan menghakimi sendiri. Apabila menemukan dugaan tindak pidana, segera laporkan kepada kepolisian alias abdi negara nan berkuasa agar diproses sesuai ketentuan hukum,” ujar  Sari Yuliati dalam keterangan tertulis kepada Parlementaria, dikutip Senin (27/7).

Menurutnya, tindakan massa nan berujung pada hilangnya nyawa seseorang merupakan peristiwa nan sangat memprihatinkan dan kudu menjadi pembelajaran bersama. Ia mengingatkan bahwa rasa keadilan masyarakat tidak boleh diwujudkan melalui kekerasan, melainkan melalui penegakan norma nan setara dan profesional.

Selain itu, Sari Yuliati meminta Kepolisian untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut secara objektif dan transparan, termasuk menindak setiap pihak nan terbukti melakukan kekerasan hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Di sisi lain, Politisi Fraksi Partai Golkar ini juga mendorong kementerian dan lembaga terkait, khususnya Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Hukum, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kepolisian Negara Republik Indonesia, untuk memperkuat edukasi norma kepada masyarakat secara masif dan berkelanjutan.

“Literasi norma masyarakat kudu terus ditingkatkan. Edukasi mengenai ancaman tindakan main pengadil sendiri perlu dilakukan secara luas melalui sekolah, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga media massa. Masyarakat kudu memahami bahwa tindakan menghakimi sendiri dapat berakibat fatal, baik bagi korban maupun bagi pelakunya nan juga dapat dimintai pertanggungjawaban pidana,” tegasnya. 

Mantan Wakil Ketua Komisi Hukum DPR RI ini berambisi peristiwa tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran norma masyarakat serta membangun kepercayaan publik terhadap abdi negara penegak hukum.

“Saya membujuk seluruh masyarakat untuk tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, menahan diri dari tindakan emosional, serta memercayakan setiap dugaan tindak pidana kepada abdi negara penegak hukum. Menjaga keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab bersama, tetapi penegakan norma kudu tetap berada di tangan lembaga nan diberi kewenangan oleh negara,” pungkas Sari Yuliati. (RO/P-4)

Selengkapnya