ARTICLE AD BOX
Terjebak kebakaran rimba luar biasa di Almeria, Spanyol, sepasang pendaki Inggris ditemukan selamat di dasar lembah dengan luka bakar parah.(AFP)
SEPASANG kekasih asal Inggris ditemukan dalam kondisi semi-sadar dan mengalami luka bakar parah di dasar lembah setelah terjebak kebakaran rimba luar biasa nan melanda Provinsi Almeria, Spanyol. Keduanya diduga sedang mendaki ketika api menyebar dengan sangat cepat. Saat ini, mereka tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Pasangan tersebut sukses diselamatkan oleh petugas Civil Guard di dekat desa Bédar, wilayah nan paling parah terdampak, setelah petugas mendengar teriakan minta tolong nan samar.
"Seiring bertambahnya pengalaman, sesuatu di dalam dirimu bakal berkata, 'Lihat lagi, coba sekali lagi,'" ujar salah satu penyelamat, Sersan Pedro Barre, kepada stasiun televisi negara Spanyol, TVE.
Petugas kemudian menuruni lereng bukit dan menemukan pasangan tersebut dalam kondisi kritis dengan luka bakar hingga 40% di tubuh mereka.
"Bisa berteriak dalam kondisi seperti itu merupakan upaya nan sangat luar biasa," kata Rafael Zea, petugas lain nan terlibat.
"Kami tidak bakal pernah melupakan raut wajah terkejut dan penuh emosi mereka," tambah Barre.
Otoritas setempat menyatakan bahwa kebakaran nan menghanguskan sekitar 7,000 hektare lahan ini sekarang telah sukses dikendalikan, dan status siaga telah diturunkan menyusul kondisi cuaca nan lebih kondusif. Kebakaran ini menelan 12 korban jiwa, termasuk empat orang nan diyakini sebagai penduduk negara Inggris.
Warga Gugat Sistem Peringatan Dini Otoritas Setempat
Di tengah situasi pasca-bencana, sejumlah penduduk dan family korban mengkritik keras langkah penanganan dari otoritas setempat. Thomas-Wolf Verdonckt, putra dari pebisnis Belgia berumur 63 tahun nan tewas dalam kebakaran, membantah klaim pemerintah nan menyebut para korban mengabaikan petunjuk untuk tetap berlindung di tempat.
Kritik serupa disampaikan oleh Emma Mitchell, penduduk setempat nan menyayangkan keputusan otoritas untuk tidak mengirimkan pesan peringatan darurat massal ke ponsel warga.
"Saya pikir mereka semestinya mengirimkan peringatan seluler, seperti nan mereka lakukan untuk gempa bumi. Saya tahu mereka berdasar itu terlalu teknis dan rumit… tetapi kenyataannya, di Bédar sini, petugasnya sangat sedikit," tegas Emma.
Pemerintah wilayah sebelumnya berkilah bahwa mereka sengaja tidak mengirimkan sirine massal pada malam kejadian demi menghindari kepanikan meluas di luar area terdampak, nan dinilai justru dapat mempersulit proses evakuasi. (BBC/Z-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·