Upacara Pembukaa Piala Presiden 2026 di di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (25/7/2026).(ANTARA/Raisan Al Farisi)
PANGGUNG turnamen pramusim paling bergengsi di Tanah Air, Presiden Elite 2026 alias Piala Presiden 2026 kembali bergulir. Kompetisi nan telah diadakan sejak 2015 ini resmi dibuka pada Sabtu (25/7) di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.
Gemuruh ribuan suporter di tribun berpadu apik dengan tindakan atraktif anak-anak Sekolah Sepak Bola (SSB) nan lihai mengolah si kulit bulat pada upaca pembukaan. Panitia pelaksana memang sengaja memberikan ruang bagi ribuan siswa SSB di kota tuan rumah untuk datang secara langsung. Program ini menjadi pemantik motivasi agar para calon bintang masa depan dapat meretas angan menjadi pesepak bola profesional.

Sejumlah anak unjuk keahlian juggling bola pada aktivitas pembukaan Piala Presiden 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (25/7/2026). ANTARA/Raisan Al Farisi
Dua laga pembuka menyajikan duel sengit. Wakil Singapura, Tampines Rovers FC, dan DPMM FC asal Brunei Darussalam saling berbagi poin usai bermain seri 2-2. Pada laga berikutnya, sang tuan rumah sekaligus kampiun Super League musim lalu, Persib Bandung sukses menekuk pemegang rekor empat trofi Piala Presiden, Arema FC, lewat skor tipis 1-0.
Edisi kedelapan ini menandai lompatan besar dalam format kompetisi. Piala Presiden tak lagi sekadar arena pemanasan antarklub lokal, melainkan wadah pembuktian kualitas dengan skala persaingan nan semakin meluas.
Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait, mengungkapkan bahwa tahun ini penyelenggaraan mengalami peningkatan signifikan dibandingkan jenis sebelumnya, mulai dari klub peserta hingga jumlah apresiasi.
"Hadiahnya naik, tadinya 5,5 miliar jadi 6 miliar. Lalu peserta luar negerinya juga nambah. Dulu hanya dua ya tahun lampau dua ya? Port FC sama Oxford United. Sekarang ada tiga ya," kata Maruarar di hadapan 23.500 penonton nan datang pada laga pembuka, Sabtu (25/7).

Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait: Dokumentasi Piala Presiden
Tim-Tim Bersejarah
Turnamen nan berjalan dari 25 Juli hingga 6 Agustus ini terbagi di dua letak ialah Stadion Si Jalak Harupat (Bandung) dan Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya). Total ada delapan tim nan bertarung, terdiri atas lima klub raksasa Liga Indonesia dan tiga wakil papan atas Asia Tenggara.
Lima kekuatan lokal merepresentasikan simbol kejayaan sepak bola Indonesia. Empat di antaranya adalah pilar era Perserikatan ialah PSMS Medan, Persib Bandung, Persebaya Surabaya, dan Persija Jakarta, ditambah sang raja trofi turnamen pramusim, Arema FC.
Di sisi lain, tiga tembok Asia Tenggara datang membawa reputasi mentereng. Port FC (Thailand) datang sebagai juara memperkuat nan diperkuat bek Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam. Tampines Rovers FC merupakan kolektor lima gelar Singapore Premier League. Sementara DPMM FC (Brunei Darussalam) adalah pengembara lintas negara. Dua kali menjuarai liga Singapura (2015 dan 2019) dan sekarang berkompetisi di Malaysia Super League.
Pengamat sepak bola nasional, Kesit B. Handoyo, menilai kehadiran deretan tim dari Asia Tenggara itu membikin konstelasi persaingan Piala Presiden semakin ketat.
“Apa nan ditampilkan tim luar negeri ini cocok untuk menguji tim dari Indonesia. Semua bakal bersaing ketat,” kata Kesit nan menilai Piala Presiden bukan hanya arena turnamen pramusim biasa.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, memandang Piala Presiden 2026 sebagai bagian krusial dalam proses mematangkan tim sebelum bergulirnya kejuaraan Super League musim 2026/2027. Turnamen pramusim tersebut bakal dimanfaatkan Green Force untuk mengukur perkembangan skuad sekaligus menyempurnakan beragam aspek permainan nan tengah dibangun.
"Piala Presiden kami manfaatkan sebagai bagian dari persiapan menuju kompetisi. Tentu kami mau memenangkan setiap pertandingan, tetapi kami juga kudu realistis memandang kondisi tim nan tetap dalam proses pembentukan. Banyak pemain belum mencapai kondisi ideal, sehingga kami memerlukan waktu untuk menyempurnakan semuanya," ujar Coach Tavares, Kamis (23/7).
Piala Presiden 2026 diproyeksikan menjadi arena pembuktian apakah klub-klub legendaris Indonesia bisa berbincang banyak saat diuji oleh kekuatan regional.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan pemilihan peserta asal Indonesia memang dilakukan secara unik dengan mempertimbangkan rekam jejak sejarah dan besarnya dasar pendukung.
“Kami mau memastikan klub-klub Indonesia nan tampil merupakan tim-tim nan mempunyai sejarah panjang dalam perkembangan sepak bola Indonesia, baik pada era Perserikatan maupun Liga Indonesia. Ada Persib, Persija, PSMS, Persebaya, dan Arema nan selama ini menjadi kekuatan sepak bola nasional,” ujar Erick.
Bagi Erick, duel kontra klub-klub Asia Tenggara ini bakal menjadi tolok ukur kesiapan strategi sekaligus bahan pertimbangan tim pembimbing sebelum memasuki suasana kejuaraan resmi.
“Saya mau memandang apakah klub-klub legendaris Indonesia bisa bersaing secara kompetitif menghadapi Port FC, salah satu klub terbaik di Thailand. Turnamen ini menjadi kesempatan nan baik bagi setiap tim untuk mengukur keahlian sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan Liga Indonesia maupun arena internasional,” tuturnya.
Tingginya tensi pertandingan juga sebanding dengan antusiasme penonton. Berkolaborasi dengan Emtek Group selaku pemegang kewenangan siar, kesuksesan jenis sebelumnya menjadi tolok ukur. Maruarar Sirait mengingat kembali pencapaian fenomenal di jenis 2025 nan mencatatkan rating rata-rata 4 dengan TV Share mencapai 21,2, nomor tertinggi sepanjang turnamen sejarah.
"Piala Presiden 2025 lalu, berbareng Emtek Group, rating dan share tertinggi sepanjang sejarah dengan rata-rata nomor 4 dan TV Share 21,2. Kami berambisi rekor itu memecahkan di Piala Presiden 2026," ungkap laki-laki nan berkawan disapa Ara tersebut.
Panggung Pembuktian Pemain Muda
Di luar urusan pamor klub raksasa, ruh utama Piala Presiden tetap terjaga. Turnamen ini tetap menjadi panggung pembuktian bagi para talenta muda untuk mengunci posisi di klub maupun menembus Tim Nasional.
Gelandang muda Persija Jakarta, Zahaby Gholy, nan pernah mencatatkan rekor sebagai pemain termuda sepanjang sejarah Pial Presiden saat debut di usia 15 tahun 7 bulan 14 hari pada jenis 2024, mengaku sangat antusias.
“Pesertanya klub-klub legendaris, jadi sangat bagus untuk persiapan. Saya mau memberikan nan terbaik bagi Persija dan Jakmania,” ujar Gholy.
Senada dengan Gholy, kiper Timnas Indonesia milik Persebaya Surabaya, Ernando Ari Sutaryadi, memandang turnamen ini sebagai batu loncatan nan krusial.
“Ini menjadi salah satu jalan mendapatkan kesempatan bermain sekaligus membuka kesempatan dipanggil Timnas Indonesia,” ujar Ernando.
Ernando menilai atmosfer kejuaraan nan ketat dengan kehadiran tiga tim Asia Tenggara itu justru bagus untuk menggembleng mentalitas pemain muda sebelum bergulirnya kejuaraan Super League.
“Semua pemain mau memberikan nan terbaik di setiap ajang,” tegasnya.
Tingginya antusiasme masyarakat di arena ini juga terbukti dari tiket nan terjual. Ketua Organizing Committee (OC) Piala Presiden Elite 2026, Tsamara Amany, mengonfirmasi bahwa seluruh tiket laga pembuka di Bandung ludes terjual.
Kelancaran arena besar ini, menurut Tsamara, tidak lepas dari sinergi lintas sektor mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, Satpol PP hingga partisipasi aktif organisasi suporter nan turut menjaga kondusivitas pertandingan.
Piala Presiden 2026 sekarang bukan lagi sekedar pemanasan. Ia telah beralih bentuk menjadi arena pembuktian gengsi, regenerasi, dan tolok ukur sejauh mana klub-klub legendaris Indonesia siap menguasai panggung Asia Tenggara.
(P-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·