Helikopter water bombing bersiap mendarat.(MI/Denny Susanto)
Kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Selatan semakin parah dan meluas. Tiga helikopter water bombing diterjunkan guna mengatasi karhutla lewat udara.
Dalam beberapa hari terakhir Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel telah mengaktifkan Satgas Udara. "Saat ini kondisi titik api dan karhutla semakin marak, sehingga kita mengoperasikan helikopter water bombing," kata Kepala BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra, Minggu (26/7).
Tercatat ada tiga helikopter pengebom air lewat udara (water bombing), dan dua unit patroli udara terdiri satu helikopter dan satu pesawat jenis cesna. Satgas udara ini merupakan support dari BNPB nan beraksi di seluruh wilayah Kalsel, terutama area ring satu sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru.
Ronny menambahkan aktivitas OMC nan sempat dilaksanakan sebelumnya tidak diperpanjang lantaran argumen keterbatasan awan hujan. Selanjutkan pesawat Cessna nan melakukan OMC dialihfungsikan sebagai pesawat patroli udara untuk membantu memantau kondisi titik api dan karhutla di lapangan.
Maraknya karhutla ini telah menimbulkan serangan kabut asap menyimuti sebagian wilayah Kalsel. Kota Banjarbaru menjadi wilayah terparah diselimuti kabut asap. Selain menimbulkan aroma menyengat kabut asap juga disertai partikel dan abu sisa karhutla menyelimuti udara.
Sementara Stasiun Klimatologi Kalsel mencatat konsentrasi kualitas PM 2.5 (kualitas udara) pada Sabtu (25/7) di Kalsel terus menurun dan secara umum berada pada kategori Sedang hingga Tidak Sehat, dengan konsentrasi rata-rata PM 2,5 sebesar 78.2 µgram/m3. Konsentrasi tertinggi sebesar 292.2 µgram/m3 terjadi pada pada jam 02.00 wita awal hari dengan kategori udara Berbahaya.
Pada bagian lain, Pusdalops BPBD Kalsel mencatat pada Minggu (26/7) mumcul sedikitnya 17 titik api dengan tingkat kepercayaan berkategori sedang dan tinggi tersebar di beragam wilayah Kalsel. (E-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·