Tim PKM Universitas Khairun Perkuat Pencegahan dan Penanganan Kekerasan

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX
Tim PKM Universitas Khairun Perkuat Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Tim PKM Unkhair memberikan edukasi mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan di SMA Negeri 4 Kota Ternate.(Dok.Istimewa)

KOMITMEN menciptakan lingkungan pendidikan nan aman, nyaman, dan bebas dari segala corak kekerasan terus diwujudkan Universitas Khairun (Unkhair) melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) nan didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek. 

Salah satu langkah nyata dilakukan Tim PKM Unkhair dengan mengembangkan sistem pelaporan berbasis website sekaligus memberikan edukasi mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan di SMA Negeri 4 Kota Ternate.

Program nan berjalan sejak pertengahan Mei hingga Juli 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung terwujudnya Sekolah Aman Tanpa Kekerasan, khususnya di area Indonesia Timur. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan penemuan teknologi, tetapi juga memperkuat kapabilitas pembimbing dan meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya menciptakan lingkungan belajar nan sehat dan bebas dari praktik perundungan maupun corak kekerasan lainnya.

Ketua Tim PKM Unkhair, Sri Ayu Budi Lestari, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk membantu sekolah membangun sistem pencegahan dan penanganan kekerasan nan lebih efektif melalui pemanfaatan teknologi informasi.

"Kami berambisi kerja sama ini tidak berakhir pada tahap penyelenggaraan program saja, tetapi dapat terus bersambung melalui implementasi, monitoring, dan pertimbangan secara berkelanjutan. Tujuan utama kami adalah membantu sekolah mempunyai sistem info dan pelaporan tindak kekerasan nan mudah diakses, aman, dan berbasis teknologi," ujarnya.

Pengembangan website tersebut diharapkan menjadi solusi atas beragam hambatan nan selama ini dihadapi sekolah, khususnya dalam proses pelaporan kasus kekerasan. Melalui sistem digital, siswa dapat melaporkan kejadian secara lebih mudah sehingga potensi keterlambatan penanganan dapat diminimalkan.

Kepala SMA Negeri 4 Kota Ternate, Jabur Jamil, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Universitas Khairun dan support pendanaan program PKM. Menurutnya, sekolah telah merencanakan pembangunan sistem pelaporan berbasis website selama beberapa tahun, namun baru dapat direalisasikan melalui kerjasama ini.

"Kami sangat berterima kasih kepada Tim PKM Unkhair dan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek atas support nan diberikan. Program ini menjadi jawaban atas kebutuhan sekolah dalam memperkuat sistem pencegahan dan penanganan kekerasan melalui pemanfaatan teknologi informasi," katanya.

Rangkaian aktivitas diawali dengan sosialisasi program kepada pihak sekolah, kemudian dilanjutkan dengan training pengelolaan website bagi para guru. Pelatihan nan dipandu Syarifuddin M. Kapita, tersebut membekali peserta dengan keahlian mengoperasikan sistem, memahami fitur-fitur aplikasi, hingga tata kelola manajemen pelaporan secara digital.

GELAR PENYULUHAN
Tidak hanya menyasar tenaga pendidik, Tim PKM juga menggelar penyuluhan bertema "Sekolah Aman Tanpa Kekerasan" nan diikuti sekitar 320 siswa di aula SMA Negeri 4 Kota Ternate pada 8 Juli 2026. Dalam aktivitas tersebut, para siswa memperoleh pemahaman mengenai bentuk-bentuk kekerasan di lingkungan sekolah, dampaknya terhadap korban, serta pentingnya membangun budaya saling menghormati dan berani melaporkan setiap tindakan kekerasan.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang aktivitas berlangsung. Para siswa aktif berdiskusi, mengusulkan pertanyaan, serta mengikuti simulasi penggunaan website sebagai media pelaporan kasus kekerasan di sekolah.

Sebagai penutup kegiatan, Tim PKM melakukan penerapan langsung terhadap website nan telah dikembangkan. Para siswa diberikan pendampingan mengenai tata langkah menyampaikan laporan secara kondusif dan bertanggung jawab melalui sistem nan telah disediakan.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ama, mengungkapkan bahwa kehadiran website tersebut menjadi terobosan krusial bagi sekolah. Selama ini, proses penanganan kasus sering terkendala lantaran banyak siswa enggan melapor akibat rasa takut alias malu.

"Sejak 2023 kami telah membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK), namun pelaporan tetap menjadi tantangan utama. Dengan adanya website ini, kami optimistis siswa bakal lebih berani menyampaikan laporan sehingga setiap kasus dapat ditangani lebih cepat, tepat, dan terukur," ujarnya.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah, Universitas Khairun berambisi penemuan ini dapat menjadi model penguatan sistem perlindungan peserta didik di Indonesia Timur. Kehadiran teknologi nan dipadukan dengan edukasi diharapkan bisa membangun budaya sekolah nan lebih inklusif, responsif, dan bebas dari kekerasan, sehingga seluruh peserta didik dapat belajar dengan aman, nyaman, dan bermartabat. (E-2)

Selengkapnya