Tingkatkan Keandalan Listrik, PLN Modifikasi Penggiling Batu Bara PLTU

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - PT PLN (Persero) melakukan modifikasi pada sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) untuk mencegah terulangnya kejadian pemadaman listrik.

Perseroan melakukan retrofit alias penyesuaian teknis pada unit pembangkit eksisting agar bisa mengonsumsi batu bara kalori rendah.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan upaya tersebut dilakukan sebagai respons atas tren penurunan produksi batu bara dengan kandungan kalori menengah dan tinggi 4.500 kcal/kg ke atas. Sementara tren pasokan nan lebih besar saat ini ialah batu bara dengan kalori rendah.

Setidaknya, ada 2 PLTU nan dilakukan retrofit, ialah PLTU Suralaya 6 dan 7, dan tak menutup kemungkinan bersambung di PLTU lainnya.

"Kami sudah melakukan retrofit ialah pembangkit PLTU Suralaya 6 dan 7 ialah dengan mengubah mill-nya. Suksesnya retrofit di Suralaya 6 dan 7 saat ini langsung kami melakukan kajian kepantasan proyek (KKP) di seluruh pembangkit PT PLN Persero," tuturnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) berbareng Komisi XII DPR RI, dikutip Jumat (3/7/2026).

Melalui modifikasi perangkat penggiling batu bara tersebut, PLTU Suralaya sudah bisa menggunakan batu bara kalori rendah (low rank coal) di kisaran 4.100 hingga 4.300 kcal/kg. Padahal, sebelumnya unit pembangkit tersebut memerlukan spesifikasi kalori nan lebih tinggi ialah di level 4.600 hingga 4.800 kcal/kg.

"Karena semakin hari pasokan dari batu bara dengan kalori tinggi, menengah semakin menipis. Nah, untuk itu kami melakukan adjustment pada pembangkit-pembangkit kami dengan tujuan jangan sampai terulang kembali," katanya.

Selain penataan mesin, PLN melakukan optimasi operasional pembangkit pada waktu beban rendah antara pukul 00.00 hingga 06.00 WIB. Kelebihan daya nan dihasilkan pada jam tersebut disimpan ke dalam sistem penyimpanan daya baterai alias Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 4 Giga Watt hour (GWh) alias setara 500 Mega Watt (MW) untuk memperkuat persediaan daya.

"Ini meningkatkan keandalan sistem di mana ada ruang pembangkit-pembangkit nan tetap under utilize sehingga bisa dioptimalkan untuk ditangkap energinya," paparnya.

Perusahaan memastikan, kondisi kelistrikan khususnya di Pulau Jawa sudah kembali stabil. PLN berkomitmen untuk terus menjaga keandalan sistem selama 24 jam penuh guna mendukung aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

"Kondisi sistem kelistrikan Jawa terutama di Jawa ini sudah tidak ada lagi pemadaman bergilir sejak tanggal 21 Juni 2026. Nah, tentu saja kondisi ini secara bersama-sama terus kami jaga dan juga kami tingkatkan melalui program penguatan keandalan sistem," pungkasnya.

(wia)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya