Tok! Pengadilan Putuskan Ikan Ini Punya "Hak Asasi"

3 hari yang lalu 11

Jakarta, CNBC Indonesia - Dua ekor ikan mas jurumasak di Argentina mendapat perlindungan norma setelah pengadilan mengakui keduanya sebagai makhluk hidup nan mempunyai hak.

Kasus ini bermulai dari keberadaan Fede dan Magui, dua ikan mas jurumasak nan tinggal di dalam akuarium kaca di bagian depan sebuah restoran sushi di area elite Buenos Aires. Sepintas, keberadaan keduanya nyaris tidak menarik perhatian, selain sesekali anak-anak nan mengetuk kaca akuarium.

Namun, seseorang kemudian memperhatikan kondisi akuarium tersebut. Akuarium itu terpapar sinar mentari dan kebisingan jalanan. Kondisi tersebut kemudian mendorong organisasi nirlaba Jaulas Vacías alias Empty Cages untuk membawa kasus tersebut ke pengadilan.

"Siapapun nan lewat dan berakhir untuk melihatnya bisa memandang bahwa tempat itu tidak layak untuk ikan," kata pengacara Jaulas Vacías, Matías Trufero, dikutip dari CNN International, Sabtu (18/7/2026).

Organisasi nan bergerak dalam rumor antispesiesisme dan mempunyai lebih dari 200 hewan nan diselamatkan itu menilai kondisi Fede dan Magui melanggar Undang-Undang 14.346 Argentina. Aturan tersebut mengatur hukuman terhadap tindakan penyiksaan dan kekejaman terhadap hewan.

Dengan support sejumlah spesialis, Jaulas Vacías menyusun perkara norma untuk memperjuangkan kondisi kedua ikan tersebut. Pengadilan kemudian segera memerintahkan agar Fede dan Magui dipindahkan ke tempat nan lebih layak.

Trufero mengatakan pihak restoran tidak menolak keputusan pengadilan tersebut.

Carlos José Aga, salah satu ahli nan membantu proses pengamanan sekaligus menawarkan diri untuk mengangkat kedua ikan itu, menilai menempatkan dua ikan di dalam akuarium kaca tersebut sama buruknya dengan meletakkan dua beruang kutub di dalam kandang nan berada di sauna.

"Kurang lebih sama saja dengan meletakkan dua beruang kutub di dalam kandang di dalam sauna," kata Aga.

Pengadilan kemudian memindahkan Magui dan Fede dari akuarium berkapasitas 40 liter ke sebuah tangki ikan berkapasitas 2.500 liter di rumah Aga. Putusan tersebut juga menetapkan bahwa kedua ikan itu bakal tetap berada dalam perawatan orang nan mengadopsinya.

Aga menjelaskan bahwa ikan memerlukan lingkungan nan sesuai dengan kondisi biologisnya. Ia apalagi membandingkan ikan dengan astronaut nan kudu melakukan perjalanan dalam lingkungan khusus.

"Ikan seperti astronaut, mereka berjalan di lingkungannya sendiri dengan pemantauan nan jeli terhadap seluruh parameter vitalnya, dan ketika tiba di suatu tempat, kondisi tersebut kudu direproduksi dengan sangat jeli untuk menghindari ketidakseimbangan nan dapat menyebabkan penurunan keimunan mereka," jelas Aga.

Menurutnya, kondisi kedua ikan tersebut sekarang jauh lebih baik setelah dipindahkan ke tempat baru.

"Sekarang mereka baik-baik saja," ujarnya.

(luc/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya