Trenggono Ungkap Nasib Terkini 100 Kampung Nelayan Merah Putih

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Kelautan dan Perikanan (MenKP) Sakti Wahyu Trenggono memastikan 100 titik Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) nan ditargetkan pada 2025, bakal beraksi penuh pada awal tahun depan. Saat ini, pemerintah tetap menuntaskan pembangunan bentuk sekaligus menyiapkan kebutuhan operasional, mulai dari tenaga kerja hingga pelatihan.

Trenggono menjelaskan, dari sasaran 100 titik Kampung Nelayan Merah Putih pada 2025, sebanyak 65 titik sudah rampung dibangun. Sementara sisanya, ialah 35 titik, tetap dalam tahap bangunan dan ditargetkan selesai pada Agustus mendatang.

"Akhir tahun 2025 Itu ditargetkan 65 titik sudah operasional penuh. Sekarang sedang proses transformasi untuk operasional. Ini sedang kita persiapkan tenaga kerjanya, pendidikan dan seterusnya," kata Trenggono saat konvensi pers di instansi pusat KKP, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Ia mengatakan, pemerintah menargetkan seluruh 65 titik nan sudah selesai bangunan bisa beraksi penuh pada akhir tahun ini. Adapun untuk sasaran 100 titik, operasional penuh ditargetkan berjalan pada awal 2027.

"100% beraksi mungkin kira-kira sekitar 20% dari 65 titik (untuk saat ini). Tetapi akhir tahun ini saya jamin semuanya beraksi nan 65 titik," ujarnya.

Saat ditanya soal sasaran 100 titik nan beraksi penuh, Trenggono menjawab, "Awal tahun depan. Kita sedang mempersiapkan tenaga kerjanya."

Selain mengebut operasional 100 titik pertama, KKP juga sudah menyiapkan ekspansi besar pada 2026. Trenggono menyebut, pemerintah secara pararel juga bakal membangun 1.269 Kampung Nelayan Merah Putih secara serentak di beragam wilayah Indonesia.

"35 titik tetap dalam konstruksi, nan Agustus kita kirakan selesai. Plus paralel di tahun 2026 ini kami merencanakan membangun 1.269 titik lagi di seluruh wilayah Indonesia secara serentak," tutur dia.

Menurutnya, titik pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih untuk tahun depan sudah diidentifikasi. Namun, konsep pembangunannya tidak bakal disamaratakan lantaran kebutuhan tiap wilayah berbeda-beda, menyesuaikan karakter kampung nelayan setempat.

"Titiknya sudah diidentifikasi, sudah ditemukan, lantaran ini sangat tematik. Jadi tidak bisa massal langkah bangunnya, jadi tematik disesuaikan," ujar Trenggono.

Ia mencontohkan, ada wilayah kepulauan nan hanya mempunyai sekitar 50 hingga 80 kapal, sehingga kebutuhan utamanya cukup berupa dermaga dan pabrik es. Namun di letak lain, akomodasi nan dibutuhkan bisa lebih lengkap, seperti cold storage hingga sarana pendukung perikanan lainnya.

"Ada juga titik, satu pulau kapalnya hanya ada 80, ada 50, maka dia hanya butuh misalnya dermaga sama pabrik es," kata dia.

"Ada juga nan komplit butuh pabrik es, ada butuh juga cold storage dan seterusnya. Itu nan sedang kita persiapkan," pungkasnya.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, berbareng Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, dan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto saat konvensi pers usai aktivitas Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas), di instansi pusat KKP, Jakarta, Kamis (2/7/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, berbareng Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, dan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto saat konvensi pers usai aktivitas Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas), di instansi pusat KKP, Jakarta, Kamis (2/7/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky) Foto: Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, berbareng Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, dan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto saat konvensi pers usai aktivitas Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas), di instansi pusat KKP, Jakarta, Kamis (2/7/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

(dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya