Tribun Penonton Kejuaraan Nasional Drift di Purwokerto Ambruk

17 jam yang lalu 5
Tribun Penonton Kejuaraan Nasional Drift di Purwokerto Ambruk TRIBUN penonton pada arena Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift Speed Fest di kompleks GOR Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, ambruk(MI/LILIEK DHARMAWAN)

TRIBUN penonton pada arena Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift Speed Fest di kompleks GOR Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, ambruk pada Minggu (26/7) sekitar pukul 14.00 WIB. 

Peristiwa nan terjadi sesaat setelah pembukaan aktivitas itu mengakibatkan sejumlah penonton mengalami luka-luka dan kudu mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Hingga Minggu sore, jumlah pasti korban tetap dalam pendataan. Pantauan di letak menunjukkan sejumlah ambulans terus hilir mudik mengevakuasi penonton menuju beberapa rumah sakit di Purwokerto.

Informasi nan dihimpun di letak menyebutkan, tribun nonpermanen berbahan rangka besi sepanjang sekitar 10 meter itu tiba-tiba roboh. Bagian nan ambruk merupakan empat baris teratas dari total delapan baris tribun nan disediakan untuk penonton.

Usai kejadian, area tribun langsung dipasangi garis polisi. Sejumlah personel kepolisian dan TNI tampak berjaga untuk mengamankan letak sekaligus mendukung proses penyelidikan.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyatakan peristiwa tersebut merupakan musibah nan tidak diharapkan semua pihak. Menurutnya, penyebab ambruknya tribun tetap dalam proses investigasi oleh abdi negara kepolisian berbareng pihak terkait.

"Pertama tentu ini kejadian nan tidak diinginkan oleh semua. Beberapa hari sebelumnya aman-aman saja. Ini nan terakhir tiba-tiba jadi seperti ini. Sekarang sedang dalam proses penanganan dan investigasi," kata Sadewo.

Ia mengatakan, usai kejadian dirinya langsung memantau penanganan korban di sejumlah rumah sakit, ialah RS Wijaya Kusuma, RS Elisabeth, dan RS Orthopaedi Purwokerto.

Pemkab Banyumas berbareng penyelenggara, Ikatan Motor Indonesia (IMI), kepolisian, serta pihak vendor juga bakal membentuk pusat info (command center) dan menunjuk satu ahli bicara agar info nan disampaikan kepada publik tidak simpang siur.

"Kita bakal membikin command center, kemudian kelak ada satu PIC nan bakal menjelaskan agar info tidak bias. Di media sosial pasti bakal banyak info nan beredar, padahal tidak ada nan menginginkan kejadian ini terjadi," ujarnya.

Sadewo menambahkan, untuk sementara seluruh rangkaian aktivitas Kejurnas Drift dihentikan hingga hasil penyelidikan selesai. Keputusan lanjutan bakal menunggu hasil pertimbangan dari kepolisian dan IMI.

Mengenai jumlah korban, Bupati mengaku tetap menunggu hasil pendataan. Namun dia memperkirakan ada sekitar belasan orang nan kudu menjalani perawatan, termasuk beberapa korban nan diduga mengalami patah tulang.

"Jumlah korbannya tetap didata. Ada nan mengalami patah tulang, tetapi saya belum mendapat laporan lengkap," katanya.

Ia menambahkan, pada hari nan sama kepolisian telah memanggil penyelenggara, vendor, panitia, pihak penjualan tiket, serta IMI untuk menjelaskan kapabilitas tribun, jumlah penonton nan berada di atas tribun, hingga kepantasan bangunan tribun nan digunakan.

Menurut Sadewo, tanggung jawab terhadap para korban berada pada penyelenggara (event organizer) dan panitia pelaksana. Meski demikian, Pemkab Banyumas juga bakal turut mengawal proses penanganan para korban.

"Kami hanya menyediakan tempat penyelenggaraan, tetapi pemerintah wilayah juga bakal mengawal penanganan para korban," ujarnya.

Kejurnas Drift Speed Fest merupakan putaran ketiga kejuaraan nasional drift nan digelar selama dua hari, Sabtu-Minggu, di area GOR Satria Purwokerto. Penyebab pasti ambruknya tribun saat kejuraan drift tetap diselidiki abdi negara kepolisian. (H-4)

Selengkapnya