Trump Klaim AS akan Pungut Biaya Pelayaran di Selat Hormuz

1 jam yang lalu 4
Trump Klaim AS bakal Pungut Biaya Pelayaran di Selat Hormuz PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump.(Dok. US Embassy)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa Washington tidak bakal membiarkan Iran mengenakan biaya terhadap kapal-kapal nan melintasi Selat Hormuz. Trump apalagi mengeklaim bahwa Amerika Serikat nan bakal mengambil alih peran sebagai pihak nan memungut biaya di jalur perairan strategis tersebut.

"Harus begitu. Saya tidak bakal membiarkan mereka mengenakan biaya. Jika ada pihak nan bakal mengenakan biaya, kami nan bakal melakukannya," ujar Trump kepada wartawan pada Senin (3/8/2026) waktu setempat.

Pernyataan keras ini muncul sebagai respons atas pertanyaan mengenai kemungkinan Iran membuka kembali akses pelayaran bebas sepenuhnya di Selat Hormuz. Ketegangan di area tersebut terus meningkat setelah serangkaian kejadian militer dan diplomatik antara kedua negara sepanjang tahun 2026.

Eskalasi Konflik Washington-Teheran

Hubungan kedua negara sempat menunjukkan tanda-tanda mereda ketika Washington dan Teheran menandatangani nota kesepahaman pada 18 Juni untuk mengakhiri bentrok nan telah berjalan sejak 28 Februari. Namun, stabilitas tersebut hanya memperkuat singkat.

Pada 8 Juli, Presiden Trump secara sepihak menyatakan bahwa gencatan senjata tidak lagi berlaku. Sejak pembatalan tersebut, militer Amerika Serikat telah melancarkan beberapa gelombang serangan udara terhadap sasaran di Iran.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan bahwa operasi militer tersebut merupakan tanggapan langsung atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal niaga nan melintasi Selat Hormuz. Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di sejumlah negara Timur Tengah.

Blokade dan Status "Penjaga" Selat Hormuz

Puncak ketegangan terjadi pada 12 Juli saat Iran mengumumkan penutupan total Selat Hormuz. Teheran menegaskan jalur tersebut bakal tetap ditutup hingga Amerika Serikat menghentikan seluruh kombinasi tangan militer di area tersebut.

Menanggapi penutupan tersebut, Trump memproklamirkan Amerika Serikat sebagai "penjaga" Selat Hormuz pada 13 Juli. Selain klaim kontrol atas jalur pelayaran, Trump juga mengumumkan pemberlakuan kembali blokade ketat terhadap pelabuhan-pelabuhan utama Iran, nan semakin memperburuk krisis ekonomi dan keamanan di area Teluk. (Ant/H-3)

Selengkapnya