Ukraina Cetak Sejarah, Su-35 Rusia Berhasil Ditembak Jatuh

1 jam yang lalu 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Jet tempur F-16 milik Ukraina untuk pertama kalinya sukses menembak jatuh pesawat tempur Rusia dalam pertempuran udara, menandai tonggak krusial sejak pesawat buatan Amerika Serikat itu mulai dioperasikan Kyiv pada 2024. Keberhasilan tersebut kembali menyoroti peran F-16 di tengah perang Rusia-Ukraina nan tetap berlangsung.

Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat Jenderal Dan Caine mengungkapkan keberhasilan tersebut saat memberikan keterangan kepada personil parlemen AS.

"Baru-baru ini, kami mencatat kemenangan udara-ke-udara pertama, di mana F-16 Ukraina sukses menembak jatuh pesawat tempur Rusia," ujar Caine, seperti dikutip Newsweek, Jumat (24/7/2026).

Meski tidak menyebut jenis pesawat Rusia nan ditembak jatuh, sejumlah media Ukraina mengaitkan pernyataan itu dengan klaim Angkatan Udara Ukraina pada 8 Juli nan menyebut telah menghancurkan jet tempur Su-35 di wilayah timur Ukraina.

Sementara itu, sebuah kanal Telegram Rusia nan mempunyai kedekatan dengan Angkatan Udara Rusia menyatakan Su-35 diserang oleh tiga pesawat Ukraina dan satu sistem pertahanan udara Patriot. Kanal tersebut juga menyebut pilot Su-35 sukses menyelamatkan diri serta menyatakan dua dari tiga pesawat Ukraina nan terlibat merupakan F-16.

Baik F-16 maupun Su-35 sama-sama merupakan pesawat tempur generasi keempat. Meski tidak secanggih pesawat generasi kelima seperti F-35 alias F-22 milik AS, F-16 tetap menawarkan keahlian nan jauh lebih modern dibanding armada era Soviet nan selama puluhan tahun digunakan Ukraina, seperti MiG-29 dan Su-27.

Ukraina mulai mengoperasikan F-16 pada musim panas 2024 setelah empat negara personil NATO berkomitmen mengirim sekitar 80 unit pesawat tempur buatan Lockheed Martin. Namun, proses pengiriman berjalan berjenjang akibat beragam kendala. Sebagian pesawat digunakan untuk operasi tempur, sementara sisanya dimanfaatkan sebagai sumber suku cadang.

Selama ini, F-16 lebih sering dipakai untuk mencegat rudal dan drone Rusia nan mengarah ke kota-kota Ukraina dibandingkan melancarkan serangan jauh ke wilayah Rusia. Langkah tersebut dilakukan lantaran Kyiv tetap menghadapi keterbatasan sistem pertahanan udara untuk melindungi area permukiman dan prasarana krusial dari serangan Moskow.

Reuters sebelumnya melaporkan bahwa pada akhir 2025, Ukraina apalagi sempat mengalami kekurangan rudal pencegat bagi armada F-16 selama nyaris satu bulan, sehingga membatasi keahlian menghadapi gelombang serangan Rusia.

Menurut Defense Express, Ukraina saat ini mengoperasikan sekitar 39 unit F-16. Sejauh ini, sedikitnya tiga pesawat telah hilang, termasuk satu F-16 nan mengalami kerusakan fatal pada akhir Juni 2025 dan menewaskan pilotnya.

Untuk memperkuat armada tempurnya, Ukraina pada Juni lampau juga menandatangani kesepakatan pembelian 16 jet tempur Gripen buatan Swedia. Pesawat tersebut diperkirakan mulai beraksi dalam sekitar tiga tahun, sementara Swedia juga telah berkomitmen mengirimkan 16 Gripen jejak dari armada militernya.

(fsd/fsd)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya