Kota antik Tyre di Libanon dalam Daftar Warisan Dunia dalam Bahaya.(Dok. Antara)
ORGANISASI Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) resmi memasukkan kota antik Tyre di Libanon ke dalam Daftar Warisan Dunia dalam Bahaya pada Rabu (22/7). Keputusan ini diambil menyusul meningkatnya ancaman terhadap situs berhistoris tersebut di tengah gempuran militer Israel di wilayah Libanon selatan.
"Baru saja dimasukkan ke Daftar Warisan Dunia dalam Bahaya, Tyre, Libanon," demikian pernyataan resmi UNESCO nan dirilis di tengah kekhawatiran dunia bakal kerusakan permanen pada situs arkeologi berbobot tinggi tersebut.
Laporan mengenai ancaman terhadap Tyre telah mengemuka sejak Mei lalu. Berdasarkan keterangan saksi mata, pesawat tempur Israel sempat menyerang area nan berdekatan dengan hippodrome Romawi antik di Tyre. Serangan tersebut dilaporkan menghancurkan sebuah gedung tempat tinggal bertingkat nan berada di sekitar letak berhistoris tersebut.
Merespons situasi nan kian mengkhawatirkan, Menteri Kebudayaan Libanon, Ghassan Salame, telah melakukan serangkaian pembicaraan intensif dengan para menteri kebudayaan dari beragam negara serta organisasi internasional.
Langkah diplomasi ini bermaksud untuk menggalang perlindungan internasional terhadap situs-situs arkeologi dan berhistoris di Lebanon selatan nan terancam oleh bentrok bersenjata.
Tyre merupakan salah satu kota tertua di area tersebut dan telah lama menyandang status sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Kota ini menyimpan kekayaan arkeologi nan luar biasa dari masa peradaban Fenisia dan Romawi, termasuk struktur hippodrome antik nan menjadi salah satu peninggalan paling ikonik di dunia.
Penetapan status "dalam bahaya" oleh UNESCO ini diharapkan dapat memobilisasi support internasional dan memberikan tekanan diplomatik guna memastikan pelestarian sisa-sisa sejarah nan ada di Tyre dan wilayah sekitarnya dari akibat kehancuran perang. (Ant/Z-10)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·