Jakarta, CNBC Indonesia- Di tengah gejolak Harga komoditas global, pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia membuka kesempatan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sektor mineral dan batu bara (minerba) 2026.
Sebelumnya pemerintah memangkas sekitar 190 juta ton produksi batu bara 2026 menjadi 600 juta ton serta bijih nikel turun sekitar 100 juta ton menjadi 260-270 juta ton.
Maria Katarina dengan Ketua Indonesian Mining and Energy Forum (IMEF), Singgih Widagdo menilai positif Langkah pengelolaan volume produksi batu bara RI menghadapi perkembangan dunia dengan memastikan pemenuhan kebutuhan batu bara dalam negeri.
Saat Harga batu bara naik maka peningkatan produksi menjadi kesempatan bagi penambahan penerimaan negara namun perlu diperhatikan Batasan produksi batu bara nasional nan mungkin bisa berada di kisaran 670 - 700 juta ton. Selain itu relaksasi ini kudu dipastikan untuk kebutuhan ekspor alias kebutuhan dalam negeri.
Selengkapnya simak perbincangan Maria Katarina dengan Ketua Indonesian Mining and Energy Forum (IMEF), Singgih Widagdo dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Kamis, 23/07/2026)
Add
source on Google

1 jam yang lalu
3







English (US) ·
Indonesian (ID) ·