Video: Bedah Sebab Defisit Dagang hingga Kenaikan Impor Migas RI

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia- Berlanjutnya ketidakpastian dunia nan berkapak pada kenaikan nilai minyak mentah dunia, mengganggu rantai pasok bumi hingga menekan nilai tukar Rupiah turut tercermin pada keahlian ekspor dan impor Indonesia.

Pada Mei 2026, neraca perdagangan RI mengalami defisit hingga USD 1,61 Miliar seiring dengan meningkatnya impor daya dan tekanan pada keahlian ekspor domestik. Selain itu Inflasi Indonesia pada Juni 2026 juga naik menjadi 3,34% (yoy) dengan nilai PMI Manufaktur Juni 2026 mengalami kontraksi ke 46,9.

Menilik perkembangan info makro ekonomi RI, Tenaga Ahli Badan Komunikasi Pemerintah, Fithra Faisal mengatakan bahwa kondisi ini tidak lepas dari akibat defisit neraca migas dan turunnya keahlian ekspor. Kondisi ini juga tidak lepas dari tertahannya produksi industri akibat naiknya biaya daya nan menggerus margin industri nan tercermin dari kontraksi PMI Manufaktur

Sementara mengenai nilai tukar Rupiah maka nan menjadi perhatian Utama pemerintah dan otoritas moneter, Bank Indonesia adalah stabilitas mata duit Garuda agar tidak mengganggu ekspor dan impor RI. Di sisi lain pemerintah terus memastikan upaya menjaga produktivitas industry melalui intervensi menekan ongkos industri agar pelaku dapat tetap ekspansi.

Seperti apa pemerintah memandang perkembangan info makro ekonomi RI? Selengkapnya simak perbincangan Shafinaz Nachiar dengan Tenaga Ahli Badan Komunikasi Pemerintah, Fithra Faisal dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Jum'at, 03/07/2026)


Add logo_svg as a preferred
source on Google
Selengkapnya