Jakarta, CNBC Indonesia- Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman menyebut logam tanah jarang menjadi pembicaraan hangat di tengah kasus tambang timah nan mengandung tanah jarang alias rare earth.
Menghadapi polemik ini, KSP telah memanggil stakeholder mengenai mulai dari pelaku usaha, Bea cukai, Pemerintah Daerah termasuk Satgas dan Mabes TNI guna memberi kepastian mengenai ekspor mineral nan mengandung logam tanah jarang. Selanjutnya KSP Bersama Kementerian/Lembaga mengenai tata Kelola sektor mineral untuk mencari solusi mengenai logam tanah jarang lantaran mempunyai nilai ekonomis nan sangat tinggi
Saat ini patokan larangan ekspor logam tanah jarang belum ada namun guna memberikan kepastian tata Kelola minerba telah ada kesepakatan mengenai ekspor mineral namun tetap menjaga potensi persediaan 350 ribu ton Rare Earth Oxides (REO) dalam negeri agar tidak mengalir ke luar.
Seperti apa peran KSP mendorong tata Kelola logam tanah RI? Selengkapnya simak ulasan Shafinaz Nachiar dengan Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Senin, 03/08/2026)

1 jam yang lalu
5







English (US) ·
Indonesian (ID) ·