Vozinha(Instagram @colocoloficial)
KISAH sensasional penjaga gawang Tanjung Verde, Vozinha, di kancah sepak bola internasional terus berlanjut. Setelah sukses mencuri perhatian lewat penampilan gemilangnya di Piala Dunia 2026, kiper berumur 40 tahun tersebut sekarang resmi memulai petualangan baru di Amerika Selatan berbareng klub raksasa Cile, Colo Colo.
Tidak hanya soal kepindahannya nan menyita perhatian publik, Federasi Sepak Bola Cile (ANFP) secara unik memberikan kelonggaran patokan bagi sang penjaga gawang untuk mengenakan nama julukannya, "Vozinha," di punggung jersey Colo Colo. Kebijakan ini menjadi sebuah pengecualian, mengingat izin ketat liga sejatinya melarang penggunaan nama alias, julukan, alias julukan selain nama resmi pemain di atas lapangan.
Bagi Vozinha, nama tersebut memuat nilai sentimental nan sangat mendalam. "Itu adalah nama nan saya gunakan sepanjang hidup saya. Di Tanjung Verde, nama tersebut mempunyai makna nan sangat besar dan sejarah nan kaya," ungkap Vozinha dalam sesi konvensi pers perkenalannya di Santiago. Kata Vozinha dalam bahasa Portugis mempunyai makna "nenek kecil".
Ia mendedikasikan penggunaan nama tersebut sebagai corak penghormatan kekal kepada mendiang sang nenek sepanjang sisa pekerjaan profesionalnya.
Kedatangan Vozinha di Santiago pada akhir pekan lampau disambut dengan antusiasme luar biasa oleh para pendukung setia Colo Colo. Ia mencuri perhatian setelah membawa Tanjung Verde mencetak sejarah meraih poin perdana di Piala Dunia saat menghadapi Spanyol, serta mengantar negaranya menembus babak 32 besar dan memaksa tim finalis Argentina bermain hingga babak perpanjangan waktu.
Ketenarannya juga terbukti dari lonjakan pengikut IG miliknya nan melesat dari nomor 50.000 menjadi nyaris 30 juta pengikut. Performa impresif tersebut apalagi mengantarkannya masuk ke dalam jejeran Tim Terbaik Turnamen jenis FIFA, serta mengabadikan namanya pada penemuan jenis baru siput laut.
Sebelum berlabuh di Cile, rekam jejak pekerjaan Vozinha membentang melintasi beragam kejuaraan di Eropa dan Afrika, mulai dari Slowakia, Angola, Moldova, Siprus, hingga klub bagian dua Portugal, Chaves. Kendati demikian, dia senantiasa memendam kepercayaan teguh bahwa dirinya layak berseragam klub-klub elite dunia.
Kini, angan itu terwujud berbareng Colo Colo. klub tersukses di kasta tertinggi Liga Cile dengan koleksi 34 gelar liga dan 14 trofi Copa Chile. Menandatangani perjanjian berdurasi enam bulan, dia menegaskan bahwa status Colo Colo sebagai klub mapan dan berhistoris menjadi satu-satunya argumen utama kepindahannya.
"Piala Dunia adalah perihal terbaik nan pernah terjadi pada saya di bumi sepak bola, namun itu semua sekarang sudah menjadi masa lalu. Berada di sini memihak Colo Colo, sebuah klub besar dengan sejarah nan kaya, adalah puncak dari pekerjaan klub saya," kata dia penuh optimisme.
(BBC/P-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·