Warga Batu Tumpang Gunakan Air Kubangan untuk Mandi dan Mencuci

12 jam yang lalu 4
Warga Batu Tumpang Gunakan Air Kubangan untuk Mandi dan Mencuci Warga menggunakan kubangan air jejak galian tanah untuk keperluan mandi dan mencuci akibat kekeringan.(MI/Reza Sunarya)

SUNGGUH memprihatinkan. Warga di Desa Batu Tumpang, Kecamatan Tegalwaru, Purwakarta, terpaksa kudu menggunakan air kubangan nan kotor di jejak galian tanah akibat mengalami krisis air bersih akibat kekeringan dalan tiga bulan terakhir ini.

Selama tiga bulan terakhir, sejumlah penduduk di Desa Batu Tumpang, Kecamatan Tegalwaru, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Warga terpaksa memanfaatkan dua kubangan jejak galian tanah nan tetap menyisakan genangan air sebagai tempat mandi dan mencuci pakaian. 

Meski kondisi air tampak keruh kecokelatan, bercampur lumpur, sampah plastik, hingga lumut di tepi kubangan, menjadi perihal biasa lantaran tidak ada lagi air bersih untuk keperluan mandi dan Mencuci.

Warga nan kebanyakan kaum ibu ibu nampak sedang mencuci busana di tepian kubangan, sedangkan anak-anak mandi menggunakan air nan diambil dari genangan tersebut.

"Sudah tiga bulan enggak ada air. terpaksa air kubangan digunakan untuk mandi dan mencuci," kata Nina, Selasa (21/7)

Menurut Warga air dari kubangan hanya digunakan untuk mandi dan mencuci. Sementara untuk kebutuhan memasak dan minum, keluarganya kudu membeli air isi ulang seharga Rp5 ribu per galon alias air mineral sekitar Rp20 ribu per galon. 

Menurut warga, kondisi ini terjadi setiap musim kemarau, Kendari mereka menyadari air jejak galian tersebut kurang baik namun tetap menjadi pilihan penduduk lantaran tidak ada lagi sumber air nan bersih.

Sementara, support air bersih nan dikirim dari Pemda tidak mencukupi. Selain tidak tiap hari ada pengiriman, penduduk nan memerlukan juga cukup banyak.(RZ/E-4)

Selengkapnya