Warga Desa Hegarmukti Cikarang Keluhkan Debu Jalanan Akibat Truk

15 jam yang lalu 5
Warga Desa Hegarmukti Cikarang Keluhkan Debu Jalanan Akibat Truk Caption foto: Kondisi debu di ruas jalan Kampung Tegal Danas, Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (29/7).(Antara Foto)

DINAS Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi merespons keluhan penduduk Kampung Tegal Danas, Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat, berangkaian status darurat debu diduga akibat maraknya aktivitas lampau lintas truk perusahaan nan memproduksi beton alias batching plant.

Kepala DLH Kabupaten Bekasi Syafri Donny Sirait menegaskan, pihaknya langsung bergerak ke letak untuk menyelidiki keluhan mengenai keberadaan debu tebal nan mengganggu mobilitas hingga kesehatan masyarakat di wilayah Tegal Danas, Desa Hegarmukti.

"Saat ini tim dari penegakan norma sedang mengecek letak nan dikeluhkan masyarakat. Hasilnya bakal kita tindak lanjuti kemudian," kata Syafri dalam keterangannya dikutip Rabu (29/7).

Ia menambahkan, inspeksi letak itu turut dirangkaikan dengan pemeriksaan sejumlah perusahaan nan diduga menjadi penyebab munculnya debu dalam volume besar hingga memicu kekesalan penduduk nan dilampiaskan melalui tindakan pemasangan spanduk bertuliskan 'Tegal Danas Darurat Debu'.

"Kami juga mendatangi fasilitas-fasilitas batching plant di sekitar wilayah tersebut untuk memeriksa kelengkapan arsip dari perusahaan-perusahaan tersebut," imbuh Syafri.

Kepala DLH juga telah menginstruksikan UPTD Kebersihan Wilayah V untuk melakukan penanganan dengan menyiagakan 1 unit mobil tangki air nan bekerja membersihkan debu. 

"Petugas pesapon (penyapu jalan) juga terus melakukan pembersihan debu dan sampah setiap pagi," ujarnya.

Warga setempat, Yohana, 39, mengatakan, masyarakat memasang spanduk bertuliskan 'Tegal Danas Darurat Debu Imbas Tumpahan Cor-coran' di sejumlah titik terdampak debu lantaran belum ada solusi permanen dari otoritas wilayah setempat.

Dia menduga debu itu berasal dari material beton nan tercecer dari aktivitas mobilitas truk molen milik sejumlah fasilitas batching plant di sekitar area terdampak untuk menyuplai kebutuhan beton siap pakai ke area industri terdekat.

"Informasi nan beredar, mereka memasok beton ke area industri. Bahkan katanya beberapa batching plant itu milik perusahaan asing. Kenapa bangun akomodasi di kampung padat masyarakat jika mengirim ke kawasan, jadinya kan wilayah kami nan kena dampak," katanya.

Sumber masalah

Warga meminta Pemerintah Kabupaten Bekasi segera mengambil tindakan untuk menghentikan aktivitas produksi nan turut menghasilkan debu bagi masyarakat karena akibat mobilitas ini mengganggu kesehatan maupun ekosistem lingkungan hidup.

Warga lainnya, Tarman, 48, mengaku sumber persoalan berasal dari material beton cair nan kerap tercecer dari tabung truk molen. Setelah mengering, campuran semen dan batu split itu hancur terlindas kendaraan bertonase besar hingga berubah menjadi debu lembut nan beterbangan ke permukiman.

"Keberadaan sejumlah batching plant turut memperbesar potensi gangguan debu dan akibat kecelakaan di area tersebut. Di perempatan Tegal Danas juga banyak nan jatuh. Biasanya lantaran terpeleset alias saat mau menghindari ceceran beton," katanya.

Selengkapnya