Kebakaran rimba di Spanyol melalap permukiman El Tiemblo, merusak rumah penduduk dan menghanguskan ribuan hektare lahan di tengah cuaca panas ekstrem.
Seorang penduduk berdiri di antara puing-puing properti nan gosong terbakar di Desa El Tiemblo, Provinsi Avila, Spanyol, Selasa (28/7/2026), setelah kebakaran rimba melanda area tersebut. Kobaran api nan menyebar di wilayah tengah Spanyol mencapai area permukiman dan menyebabkan kerusakan di sejumlah rumah, sementara penduduk kembali untuk memandang kondisi tempat tinggal mereka nan terdampak. (REUTERS/Violeta Santos Moura)
Sejumlah penduduk dilaporkan mengalami kerusakan pada sebagian properti mereka akibat kebakaran tersebut. Tim darurat terus bekerja untuk mencegah api meluas ke lebih banyak rumah di tengah kondisi cuaca nan tetap mendukung penyebaran api. (REUTERS/Violeta Santos Moura)
Sejumlah kendaraan milik penduduk gosong dilalap api hingga hanya menyisakan rangka setelah kobaran dengan sigap menjalar ke area permukiman. Laju api nan begitu sigap membikin pemiliknya tak sempat menyelamatkan kendaraan mereka. (REUTERS/Violeta Santos Moura)
Kebakaran rimba ini telah menghanguskan puluhan ribu hektare lahan di provinsi Ávila dan Madrid. Suhu tinggi, vegetasi nan mengering, serta medan pegunungan nan terjal menjadi tantangan besar bagi petugas dalam mengendalikan kobaran api. (REUTERS/Nacho Doce)
Dampak kebakaran juga terlihat di area rimba dekat El Tiemblo, di mana buntang rusa nan gosong dan sejumlah hewan liar lainnya ditemukan berceceran setelah api melalap area tersebut. (REUTERS/Umit Bektas)
Sejumlah perahu milik penduduk tampak gosong terbakar dan tetap tergeletak di Desa Pelayos de la Presa, perbatasan Provinsi Avila dan Madrid, Spanyol. Kebakaran ini menjadi bagian dari rangkaian kebakaran rimba nan melanda wilayah Spanyol tengah dalam beberapa waktu terakhir. (REUTERS/Violeta Santos Moura)
Seorang penduduk Madrid nan sedang berpiknik di El Tiemblo mengaku terkejut memandang besarnya kerusakan akibat kebakaran tersebut. Ia mengatakan tidak pernah membayangkan bakal menyaksikan kehancuran sebesar itu dan menyebut peristiwa tersebut sebagai sesuatu nan sebelumnya dianggap tidak mungkin terjadi. (REUTERS/Umit Bektas)
source on Google

14 jam yang lalu
4







English (US) ·
Indonesian (ID) ·