Waspada Dating Apps, Riset Ungkap Dampaknya terhadap Depresi hingga Kesepian

19 jam yang lalu 3
Waspada Dating Apps, Riset Ungkap Dampaknya terhadap Depresi hingga Kesepian ilustrasi(Magnific)

APLIKASI kencan daring (dating apps) nan semula dirancang untuk mempermudah hubungan sosial sekarang mulai menyita perhatian serius para master kesehatan mental. Sejumlah peneliti sekarang mulai menyoroti kemungkinan bahwa penggunaan dating apps secara berlebihan dapat berkembang menjadi perilaku nan bermasalah.

Sebuah tinjauan sistematis nan diterbitkan dalam Journal of Medical Internet Research mengungkapkan bahwa penggunaan aplikasi kencan nan tidak terkendali mempunyai sejumlah karakter nan mirip dengan kecanduan perilaku, meski hingga sekarang belum diakui sebagai gangguan mental secara resmi.

Dampak Penggunaan Dating Apps

Peneliti meninjau 29 studi kuantitatif dari beragam negara untuk memahami gimana para intelektual mendefinisikan penggunaan aplikasi kencan nan bermasalah (problematic online dating). Secara umum, istilah ini merujuk pada kondisi ketika seseorang susah mengendalikan kemauan membuka aplikasi, menghabiskan waktu berlebihan untuk menggunakannya, serta tetap melanjutkan kebiasaan tersebut meskipun mulai mengganggu kehidupan sehari-hari.

Tanda-Tanda nan Perlu Diwaspadai

Penelitian menemukan beberapa pola nan sering muncul pada pengguna dengan perilaku dating apps nan bermasalah. Di antaranya adalah dorongan terus-menerus untuk memeriksa aplikasi, kesulitan mengurangi waktu penggunaan, serta munculnya rasa resah ketika tidak dapat mengakses aplikasi.

Selain itu, sebagian pengguna mengaku tetap menggunakan aplikasi meskipun aktivitas tersebut mulai mengganggu pekerjaan, studi, hubungan sosial, alias kesehatan mental mereka. Kondisi ini menunjukkan bahwa aplikasi tidak lagi sekadar menjadi sarana mencari pasangan, tetapi telah berubah menjadi kebiasaan nan susah dikendalikan.

Kesehatan Mental

Tinjauan tersebut juga menemukan hubungan antara penggunaan dating apps nan bermasalah dengan beragam aspek psikologis. Beberapa studi melaporkan adanya kaitan dengan tingkat depresi, kecemasan, kesepian, nilai diri nan rendah, hingga penggunaan internet alias media sosial secara kompulsif.

Meski demikian, para peneliti mengingatkan bahwa hubungan tersebut belum membuktikan sebab-akibat. Sebagian besar penelitian nan ditinjau berkarakter pangkas lintang (cross-sectional), sehingga belum dapat memastikan apakah penggunaan aplikasi menyebabkan gangguan psikologis, alias justru perseorangan dengan kondisi tersebut lebih rentan menggunakan aplikasi secara berlebihan.

Gunakan dengan Bijak

Para peneliti menyimpulkan bahwa aplikasi kencan tetap dapat menjadi sarana nan berfaedah untuk membangun relasi andaikan digunakan secara sehat. Namun, krusial bagi pengguna untuk mengenali batas diri, mengatur lama penggunaan, dan tidak menjadikan aplikasi sebagai satu-satunya sumber pengesahan alias hubungan sosial.

Mereka juga menilai diperlukan penelitian jangka panjang dengan metode nan lebih kuat agar dapat memahami akibat penggunaan dating apps terhadap kesehatan mental secara lebih mendalam. Dengan begitu, strategi pencegahan dan edukasi nan tepat dapat dikembangkan di masa depan.

(PubMed/P-4)

Selengkapnya