Waspada, Risiko Penyakit Jantung pada Usia Muda Meningkat Tajam

5 hari yang lalu 11
Waspada, Risiko Penyakit Jantung pada Usia Muda Meningkat Tajam Prevalensi obesitas dan glukosuria pada usia 20-44 tahun meningkat signifikan.(Dok. Magnific)

PENYAKIT jantung sekarang tidak lagi hanya mendominasi golongan usia lanjut. Laporan terbaru dari National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI) mengungkapkan adanya peningkatan akibat penyakit jantung nan signifikan pada golongan usia muda, khususnya dewasa berumur 20 hingga 44 tahun.

Kenaikan akibat ini berbanding lurus dengan melonjaknya kasus obesitas dan glukosuria pada golongan usia produktif tersebut. Berdasarkan info NHLBI periode 2009-2020, prevalensi obesitas meningkat dari 32,7% menjadi 40,9%, sementara kasus glukosuria naik dari 3% ke nomor 4,1%.

Gejala nan Perlu Diwaspadai

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) memperingatkan bahwa penyakit jantung sering kali berkembang tanpa indikasi nan nyata hingga terjadi kondisi kritis. Beberapa gangguan nan mungkin muncul meliputi serangan jantung, kandas jantung, hingga gangguan irama jantung.

Gejala spesifik nan kudu diwaspadai antara lain sensasi berdebar di dada (gangguan irama), serta sesak napas dan kelelahan ekstrem. Pada kasus kandas jantung, sering ditemukan pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, perut, hingga pembuluh vena di leher. Sementara itu, nyeri akibat serangan jantung dapat menjalar ke lengan, punggung, rahang, hingga perut.

Faktor Risiko dan Pencegahan Dini

NHLBI menegaskan bahwa aspek akibat seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan gangguan metabolik tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan terbentuk sejak usia muda. Lingkungan nan mendukung aktivitas bentuk dan akses terhadap makanan sehat menjadi kunci utama dalam menekan akibat ini.

Selain aspek style hidup seperti merokok dan konsumsi alkohol berlebihan, CDC mencatat bahwa usia dan riwayat family juga memengaruhi tingkat akibat seseorang. Namun, pengendalian terhadap obesitas dan pola makan tetap menjadi intervensi nan paling memungkinkan untuk dilakukan secara mandiri.

Masyarakat diimbau untuk tidak menunda pemeriksaan medis jika merasakan keluhan seperti dada tidak nyaman, pusing, alias jantung berdebar tidak biasa. Usia muda bukan agunan kebal terhadap penyakit jantung, terutama bagi mereka nan mempunyai riwayat hipertensi, kolesterol tinggi, alias obesitas.

Selengkapnya