WNI di Sabah Malaysia Diwanti-wanti, Kenapa?

16 jam yang lalu 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia mengimbau seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) nan tinggal di Sabah, Malaysia, untuk mematuhi norma dan menghormati budaya istiadat masyarakat setempat. Imbauan itu bermaksud menjaga keamanan, ketertiban, dan hubungan baik dengan masyarakat Sabah.

Konsul RI di Tawau, Dino Nurwahyudin, mengatakan kepatuhan terhadap patokan dan penghormatan terhadap norma lokal merupakan bagian krusial dari misi perlindungan WNI di luar negeri.

"Menghormati norma setempat merupakan bagian nan tidak terpisahkan dari misi utama konsulat dalam melayani dan melindungi penduduk negara Indonesia di luar negeri," ujar Dino usai melakukan kunjungan kehormatan kepada Ketua Menteri Sabah, Tun Musa Aman, di Istana Seri Kinabalu, Selasa (28/7/2026), seperti dikutip The Star.

Dalam pertemuan tersebut, Dino juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Sabah atas dukungannya terhadap akses pendidikan bagi anak-anak pekerja Indonesia. Menurutnya, kerja sama nan telah terjalin sejak 2011 melalui pendirian Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (Community Learning Centres/CLC) telah memberikan faedah nyata bagi family pekerja migran Indonesia.

"Perusahaan seperti Sabah Softwoods Berhad, Benta Wawasan Sdn Bhd, dan Sawit Kinabalu menyediakan CLC di letak kerja, sehingga anak-anak mendapatkan lingkungan belajar nan kondusif saat orang tua mereka bekerja," kata Dino.

Ia menambahkan, keberadaan CLC turut meningkatkan semangat kerja dan produktivitas para pekerja di sektor perkebunan lantaran anak-anak mereka memperoleh akses pendidikan nan layak selama orang tua bekerja. Selain pendidikan, Dino mengapresiasi penyelenggaraan program *Smart Sabah* nan membantu pekerja asing tanpa arsip komplit beserta keluarganya memperoleh status norma nan sah.

"Melalui skema tersebut, pemberi kerja dapat mengusulkan permohonan bagi pekerja nan mempunyai paspor Indonesia nan sah untuk memperoleh izin kerja dan izin tinggal resmi," jelasnya.

Berdasarkan info Konsulat RI di Tawau, sekitar 120.000 WNI tercatat secara resmi tinggal di wilayah tersebut. Namun, jumlah sebenarnya diperkirakan lebih besar lantaran tingginya mobilitas masyarakat di area perbatasan, terutama di wilayah pantai timur Sabah seperti Tawau, Semporna, Kunak, Lahad Datu, dan Kalabakan.

(tfa/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya