Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mempercepat penyelesaian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Jika sebelumnya ditargetkan rampung dalam satu bulan, sekarang pemerintah optimistis penyelesaiannya bisa tuntas pada pekan ini.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias berkawan disapa Zulhas mengatakan, percepatan dilakukan lantaran seluruh info pendukung untuk wilayah 3T telah nyaris seluruhnya selesai diverifikasi. Wilayah prioritas tersebut meliputi Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Maluku nan mempunyai nomor stunting tinggi.
"Target jangka pendek kita itu SPPG nan di wilayah 3T ialah Papua, NTT, dan Maluku, nan paling banyak stunting dan seterusnya. Rapat hari ini memutuskan nan 3T bakal selesai dalam minggu ini, lantaran minggu lampau kita rapat satu bulan, rupanya dalam satu minggu ini insyaallah bisa kita selesaikan nan 3T," kata Zulhas dalam konvensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Menurutnya, proses sinkronisasi info lintas kementerian juga nyaris rampung. Data dari Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Kementerian Pendidikan, hingga Badan Gizi Nasional (BGN) sekarang telah terhubung sehingga memudahkan penetapan sasaran penerima manfaat.
Di luar wilayah 3T, pemerintah tetap memerlukan waktu sekitar satu hingga satu separuh bulan lagi untuk merapikan penambahan sekitar 13.000 titik SPPG di Pulau Jawa, Sumatra, dan wilayah lainnya.
Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono meluruskan info nan sempat beredar mengenai pembukaan 13.000 dapur MBG baru secara serentak. Menurutnya, jumlah tersebut merupakan total info dapur nan telah terpetakan dengan beragam status pembangunan.
"Jadi sempat ramai, ada pernyataan seolah-olah kita membuka segera 13.000 dapur, bukan. Jadi sudah ada di info kita sekitar 13.000 lebih dapur nan statusnya ada semua. Ada nan baru titik, ada juga nan sudah selesai gitu," kata Sudaryono dalam kesempatan nan sama.
"Maka dari info ini kita overlay dengan datanya Kementerian Kesehatan mana nan prioritas. nan stunting-nya tinggi dan tinggi sekali itu kemudian kita petakan, kita overlay dengan info dapur nan sudah siap," sambungnya.
Dari hasil pemetaan tersebut, BGN mencatat sekitar 1.700 dapur sudah siap beraksi di wilayah dengan kategori stunting tinggi dan sangat tinggi.
"Dari info overlay tadi, ada sekitar 1.700 info alias dapur nan sudah siap, sudah jadi, tinggal operasional, nan berada di wilayah dengan stunting tinggi dan tinggi sekali. Nah kelak ini kita berjenjang kita bereskan. Insyaallah mungkin minggu depan ada sekitar 300-an kita aktivasi, minggu depannya lagi, sehingga 13.000 ini kemudian nan memang belum perlu nan ini kita sisir semua," jelas dia.
Sudaryono menegaskan, prioritas aktivasi dapur MBG bakal difokuskan ke wilayah nan paling membutuhkan, seperti Papua, NTT, Nias, serta wilayah kepulauan di Maluku dan Maluku Utara.
"Keputusan-keputusan sudah diambil, nan jelas.. nan ada sekarang ini ada 27.000 sekian kita lagi sisir, termasuk penerima faedah di sekolah mana kita sisir semua. Beres, kemudian minggu depan mana nan kurang itu prioritas kita. Daerah Papua, NTT, Nias, daerah-daerah nan jauh di Kepulauan Maluku Utara, Maluku itu jauh-jauh dan mereka sangat membutuhkan," pungkasnya.
(wur)
[Gambas:Video CNBC]

1 jam yang lalu
5








English (US) ·
Indonesian (ID) ·