Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Gizi Nasional telah menutup secara permanen 833 dapur hingga Senin (27/7/2026) dalam program Maka Bergizi Gratis. Keputusan itu diambil lantaran beberapa aspek nan dianggap fatal.
Kepala BGN Sudaryono mengungkapkan dapur nan ditutup tersebut terdiri dari 98 dapur di wilayah I Sumatra, 311 dapur di wilayah II Jawa dan Madura, dan wilayah III sebanyak 424 dapur. Dia menegaskan bahwa dapur nan ditutup permanen tersebut tidak bakal dibayar tukar rugi oleh pemerintah.
"Dapur nan di-suspend secara permanen ini itu bukan kayak nan lampau misalnya, dulu kan di-suspend tapi tetap dibayar. Kalau ini sudah suspend, tutup, enggak dibayar. Ini betul-betul adalah *suspend* lantaran pelanggaran," katanya saat konvensi pers di Kantor BGN, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Wapres Gibran meninjau pembagian MBG di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa (21/4/2026). (CNBC Indonesia/Halimatus Sa’diyah) Foto: Wapres Gibran meninjau pembagian MBG di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa (21/4/2026). (CNBC Indonesia/Halimatus Sa’diyah)
Ada beberapa argumen nan menyebabkan dapur-dapur tersebut ditutup. Sudaryono menekankan argumen utamanya adalah persoalan higienis.
"Jadi dapur di suspend mengenai higienis., keracunan, kualitas tidak memenuhi standar dan tidak baik," ujarnya.
Di sisi lain, Kepala BGN tetap memastikan penerima faedah dari dapur nan ditutup permanen bakal tetap mendapatkan Makan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur-dapur MBG sekitar.
"Jadi intinya semua menunya tersaji dengan baik, dimakan dengan baik, dan perputaran ekonomi jalan. Jadi kita mau everybody happy lah. Kita pastikan, usahakan (penerima faedah dari dapur nan ditutup) bisa dicover," imbuhnya.
(ras/wur)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
3







English (US) ·
Indonesian (ID) ·