Antisipasi Ancaman Siber, SPN Polda Kaltim Gandeng Pemerintah, Akademisi, OJK, hingga Tokoh Daerah

1 jam yang lalu 5
Antisipasi Ancaman Siber, SPN Polda Kaltim Gandeng Pemerintah, Akademisi, OJK, hingga Tokoh Daerah Kombes Pepen Supena Wijaya berbareng para pejabat OJK Kaltim dalam aktivitas audiensi untuk pengembangan program CRC.(Dok Humas Polda Kaltim)

SEKOLAH Polisi Negara Polda Kalimantan Timur (Kaltim) melalui pengembangan Program Cyber Resilient Community (CRC), sebagai corak komitmen membangun masyarakat nan mempunyai ketahanan terhadap beragam ancaman kejahatan siber. Dalam penyelenggaraan SPN menggandeng pemerintah, akademisi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan tokoh daerah. 

Program nan diinisiasi Kepala SPN Polda Kaltim Kombes Pepen Supena Wijaya, tersebut mendapat respons positif sekaligus support luas dari beragam lembaga pemerintah, lembaga legislatif, regulator, bumi akademik, hingga tokoh masyarakat di Kaltim. 

Sebagai langkah memperluas penerapan program, Kepala SPN Polda Kaltim melaksanakan serangkaian aktivitas silaturahmi, audiensi, dan studi banding dengan sejumlah stakeholder strategis, diantaranya Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), DPRD Kaltim, Universitas Mulawarman, Universitas Balikpapan, Provinsi Kaltim, OJK, serta sejumlah tokoh wilayah seperti Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo, Sultan Kukar Ing Martadipura XXI Sultan H. Adji Muhammad Arifin, dan jejeran Kelurahan Damai Bahagia Kota Balikpapan.

Kombes Pepen menyampaikan, program CRC merupakan penemuan nan dirancang untuk meningkatkan literasi digital masyarakat, memperkuat kesadaran terhadap keamanan siber, serta membangun keahlian masyarakat dalam mengenali, mencegah, dan merespons beragam corak kejahatan digital, termasuk penipuan serta tindak kejahatan finansial berbasis teknologi.

Menurutnya, keberhasilan membangun ketahanan siber tidak dapat dilakukan oleh lembaga kepolisian semata, tetapi memerlukan kerjasama aktif seluruh komponen bangsa, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, regulator, bumi usaha, hingga masyarakat.

"CRC merupakan aktivitas berbareng nan bermaksud membangun budaya sadar keamanan siber di tengah masyarakat. Dengan keterlibatan seluruh stakeholder, kami optimistis masyarakat bakal semakin siap menghadapi tantangan di era digital," ungkapnya.

Dukungan nan diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Kukar maupun DPRD Kaltim menjadi corak komitmen berbareng dalam mendukung peningkatan kualitas literasi digital masyarakat. Kedua lembaga tersebut menilai Program CRC sejalan dengan upaya pemerintah dalam menciptakan masyarakat nan adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus memperkuat perlindungan masyarakat dari beragam ancaman di ruang siber.

Di sisi lain, kerjasama dengan akademisi, dan OJK Provinsi Kaltim diharapkan bisa memperkaya penerapan program melalui support riset, pengembangan materi edukasi, pelatihan, pengabdian kepada masyarakat, hingga peningkatan pemahaman mengenai keamanan transaksi digital dan perlindungan sektor jasa keuangan.

Sementara itu, support dari para tokoh wilayah dinilai menjadi modal sosial nan sangat krusial dalam memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat. Kehadiran para tokoh diharapkan bisa menggerakkan partisipasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap keamanan digital serta meningkatkan kewaspadaan terhadap beragam modus kejahatan siber nan terus berkembang.

Terpisah, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Tedy Sopandi, menyampaikan, kerjasama lintas sektor nan dibangun SPN Polda Kaltim merupakan langkah strategis dalam menghadapi tantangan keamanan di era transformasi digital.

"Keamanan siber saat ini menjadi tanggung jawab bersama. Karena itu, sinergi antara Polri, pemerintah daerah, lembaga legislatif, bumi pendidikan, regulator, tokoh masyarakat, dan seluruh komponen bangsa menjadi fondasi krusial dalam membangun masyarakat nan handal terhadap ancaman kejahatan digital," ujar Kombes Tedy.

Ia menambahkan, Program CRC bukan sekadar program edukasi, melainkan aktivitas kolaboratif nan bermaksud membangun budaya sadar keamanan siber secara berkepanjangan di tengah masyarakat.

Melalui kerjasama nan terus diperkuat ini, kami berambisi Program CRC bisa menjadi model penguatan ketahanan siber masyarakat nan dapat diterapkan secara luas. 

“Semakin tinggi literasi digital masyarakat, maka semakin kuat pula keahlian kita dalam mencegah beragam corak kejahatan siber dan mewujudkan ruang digital nan aman, produktif, serta mendukung pembangunan nasional," pungkasnya.(EM/E-4)

Selengkapnya