APBN Terbatas, Purbaya Dukung Program Badan Karantina Secara Bertahap

2 jam yang lalu 5

Jakarta, CNBC Indonesia-Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerima Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Kading beserta jejeran di Kantor Kementerian Keuangan pada Jumat (24/7/2026).

Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi antara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Badan Karantina Indonesia (Barantin) dalam mendukung biosekuriti nasional, meningkatkan kualitas jasa ekspor-impor, serta memperkuat tata kelola pelayanan publik melalui integrasi sistem dan pengelolaan anggaran nan efektif.

Pada kesempatan tersebut, Abdul menyampaikan beragam program prioritas nan tengah dikembangkan, meliputi penguatan sistem biosekuriti nasional, percepatan integrasi jasa karantina dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melalui National Logistics Ecosystem (NLE), optimasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP), serta penguatan sarana prasarana, laboratorium, dan digitalisasi jasa karantina.

Menanggapi perihal tersebut, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah mendukung penguatan kapabilitas Barantin mengingat perannya nan strategis dalam menjaga keamanan hayati nasional dan mendukung kelancaran perdagangan. Setiap penguatan program perlu dilaksanakan secara berjenjang dengan mempertimbangkan ruang fiskal pemerintah dan skala prioritas pembangunan.

"Anggaran kita saat ini tetap defisit sehingga kita kudu betul-betul hati-hati ketika menambah pengeluaran baru. Saya pikir karantina memang penting, tetapi pelaksanaannya perlu dilakukan secara berjenjang sesuai prioritas," ujar Purbaya

Purbaya menilai penguatan pengawasan terhadap lampau lintas peralatan dari dan ke luar negeri perlu menjadi prioritas awal dalam memperkuat sistem biosekuriti nasional. Menurutnya, pendekatan tersebut bakal memberikan faedah nan lebih besar dalam mencegah masuknya (benih)penyakit dan penyakit nan dapat mengganggu sektor pertanian, peternakan, perikanan, serta ketahanan pangan nasional.

Untuk mendukung efektivitas pengawasan, Purbaya juga mendorong optimasi pemanfaatan prasarana pemindaian (scanner) secara terpadu antara Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan Barantin. Sinergi tersebut diharapkan bisa meningkatkan kualitas pengawasan sekaligus mendorong efisiensi investasi pemerintah.

"Kita mau investasi pemerintah dilakukan secara tepat sehingga akomodasi nan dibangun dapat dimanfaatkan berbareng oleh lembaga terkait. Dengan begitu, pengawasan semakin efektif sekaligus mendorong efisiensi penggunaan anggaran," ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Purbaya mengarahkan agar Badan Karantina Indonesia, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta Lembaga National Single Window (LNSW) memperkuat koordinasi teknis guna memastikan kesiapan sistem, prosedur operasional, dan sistem pertukaran info sebelum integrasi jasa dilaksanakan secara menyeluruh.

Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung pelayanan nan lebih cepat, efektif, dan terintegrasi bagi masyarakat serta pelaku usaha.

Melalui sinergi nan semakin erat antarlembaga, pemerintah berkomitmen memperkuat sistem biosekuriti nasional sekaligus menjaga kelancaran arus perdagangan dan logistik. Penguatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik, mendukung suasana upaya nan kondusif, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui pengelolaan fiskal nan prudent dan berkelanjutan.

(mij/mij)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya