Banjarbaru Dikepung Asap, Kasus ISPA dan Pneumonia Meningkat

1 jam yang lalu 4
Banjarbaru Dikepung Asap, Kasus ISPA dan Pneumonia Meningkat Petugas berupaya memadamkan kebakaran lahan di Banjarbaru.(MI/Denny Susanto)

Kota Banjarbaru, ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan, terus dikepung kabut asap akibat kebakaran rimba dan lahan (karhutla) nan terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Pemerintah Kota Banjarbaru secara resmi mengimbau penduduk untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan guna mencegah paparan asap serta serangan penyakit jangkitan saluran pernapasan atas (ISPA) dan pneumonia.

"Kota Banjarbaru mengalami darurat asap dan kualitas udara menurun. Namun dalam beberapa hari terakhir mulai berangsur normal," ungkap Kepala Bidang Penegakan Hukum dan Pengendalian Lingkungan (PHPL) Dinas Lingkungan Hidup Banjarbaru, Akhmad Arie Wijaya Abdur, Minggu (25/7).

Menyikapi kondisi ini, Pemko Banjarbaru telah menerbitkan imbauan agar masyarakat selalu menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar ruangan, serta menjaga keimunan tubuh. Langkah ini diambil sebagai upaya preventif terhadap gangguan kesehatan nan mulai meningkat di tengah masyarakat.

Lonjakan Kasus ISPA dan Pneumonia

Dampak jelek kualitas udara mulai terlihat dari info kesehatan di wilayah tersebut. Sepanjang Juni dan Juli 2026, terjadi lonjakan kasus ISPA dan pneumonia nan signifikan. Berdasarkan info RSUD Idaman Banjarbaru, pada Juni 2026 tercatat sebanyak 174 kasus ISPA dan 115 kasus pneumonia.

Tren peningkatan ini bersambung hingga Juli. Sampai dengan tanggal 20 Juli 2026, tercatat sudah ada 116 kasus ISPA dan 65 kasus pneumonia nan ditangani pihak rumah sakit. Humas RSUD Idaman Banjarbaru, Muhammad Abrar, mengakui bahwa kondisi tandus kering nan disertai kabut asap menjadi pemicu utama meningkatnya kasus-kasus tersebut.

"Kami mengimbau penduduk untuk selalu menggunakan masker saat di luar rumah dan memperbanyak minum air putih untuk menjaga kondisi tubuh," ujar Abrar.

Kualitas Udara Tidak Sehat

Berdasarkan laporan Stasiun Klimatologi Kalsel, konsentrasi kualitas udara PM 2.5 secara umum berada pada kategori Baik hingga Sedang dengan rata-rata 18.5 µgram/m3. Namun, pada waktu tertentu, kualitas udara memburuk secara drastis.

Peringatan Kualitas Udara: Konsentrasi tertinggi tercatat mencapai 60.2 µgram/m3 pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WITA. Angka ini masuk dalam kategori Tidak Sehat, terutama di wilayah Kota Banjarbaru.

Titik Terparah Karhutla

Pusdalops BPBD Kalsel melaporkan bahwa kebakaran hutan dan lahan terus terjadi di beragam wilayah Kalimantan Selatan, meliputi Hulu Sungai Selatan, Tapin, Banjar, hingga Tanah Laut.

Wilayah terparah dilaporkan berada di Kota Banjarbaru dan sekitarnya, termasuk area ring satu Bandara Syamsudin Noor. Petugas campuran terus berupaya melakukan pemadaman di titik-titik api guna meminimalisir sebaran kabut asap nan kian mengganggu aktivitas dan kesehatan warga. (E-3)

Selengkapnya