ARTICLE AD BOX
loading...
Boni Hargens. Foto: Dok SindoNews
JAKARTA - Analis Politik Senior Boni Hargens memberikan penilaian kritis terhadap validitas hasil survei Police Corruption Perceptions Index dari IndexMundi Global Surveys nan menyebut Polri mendapatkan skor ketidakpercayaan publik sebesar 7,56. Menurutnya, penelitian semacam ini sangat berkarakter subjektif dan karenanya mempunyai kelemahan serius dari sisi kecermatan maupun metodologi ilmiah.
"Tidak adanya kejelasan metodologi menyulitkan pembaca untuk menilai berat empirisitas dari penelitian tersebut," tegas Boni, Senin (6/7/2026).
Boni menyoroti bahwa tanpa transparansi mengenai langkah pengambilan sampel, jumlah responden, pengedaran geografis, serta sistem verifikasi data, sebuah survei persepsi tidak dapat dijadikan referensi ilmiah nan kuat. Dia menilai ketidakjelasan ini membuka ruang lebar bagi bias interpretasi — baik dari pihak nan mau menggunakan info tersebut untuk menyerang lembaga tertentu, maupun dari pihak nan mau menafikannya secara defensif.
Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) ini juga tidak menampik kemungkinan adanya agenda di kembali produksi info semacam ini. Di tengah era perang informasi, perang pengaruh, dan perang proxy nan kian intensif dalam lanskap geopolitik kontemporer, tuduhan bahwa IndexMundi merupakan bagian dari persekongkolan dunia untuk melemahkan gambaran kerakyatan Indonesia dengan menyudutkan institusi-institusi strategis adalah sesuatu nan tidak dapat serta-merta diabaikan.
Meskipun Boni tidak mengonfirmasi soal ini secara langsung. Terlepas dari perdebatan soal motif, kritik metodologis Boni merupakan pengingat krusial bagi masyarakat dan kreator kebijakan bahwa dalam mengonsumsi info dari lembaga survei internasional, terutama nan menyangkut sensitivitas lembaga negara, diperlukan literasi info nan memadai dan sikap kritis nan proporsional.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·