Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Gini ratio Indonesia mencapai 0,368 pada Maret 2026. Angka tersebut naik 0,005 poin dibandingkan September 2025 nan sebesar 0,363.
Gini Ratio mempunyai nilai antara 0 hingga 1, di mana semakin mendekati 0 menunjukkan pengedaran pengeluaran nan semakin merata, sedangkan semakin mendekati 1 mencerminkan tingkat ketimpangan nan semakin tinggi.
"Menurut wilayah, tingkat ketimpangan di perkotaan tercatat lebih tinggi dibandingkan perdesaan," ujar M. Edy Mahmud, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Rabu (5/8/2026).
Pada Maret 2026, Gini Ratio di perkotaan tercatat sebesar 0,387, sedangkan di perdesaan sebesar 0,296.
Gini ratio di wilayah perkotaan pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,387, naik dibanding gini ratio September 2025 nan sebesar 0,383 dan turun dibanding gini ratio Maret 2025 nan sebesar 0,395.
Sementara itu, Gini ratio di wilayah perdesaan pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,296, naik dibanding gini ratio September 2025 nan sebesar 0,295 dan turun dibanding gini ratio Maret 2025 nan sebesar 0,299.
"Dibandingkan September 2025, tingkat ketimpangan baik di perkotaan maupun perdesaan mengalami peningkatan," kata Edy.
(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]

1 jam yang lalu
3






English (US) ·
Indonesian (ID) ·