Calon Mahasiswa ITB, Andromeda Tempuh Yogyakarta -Bandung 24 Jam dengan Bajaj

1 jam yang lalu 3
Calon Mahasiswa ITB, Andromeda Tempuh Yogyakarta -Bandung 24 Jam dengan Bajaj Calon mahasiswa ITB, Andromeda Sufi Anggoro, diantar kedua orang tuanya menempuh perjalanan Yogyakarta-Bandung selama 24 jam dengan bajaj.(Dok.ITB)

CALON mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), Andromeda Sufi Anggoro, diantar kedua orang tuanya dan salah seorang adiknya menempuh perjalanan Yogyakarta-Bandung selama 24 jam dengan bajaj untuk berkuliah di ITB.

Andro, sapaannya, diterima di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Perjalanan tersebut bukan hanya tentang kendaraan nan tidak biasa, tetapi juga menggambarkan kegigihan seorang calon mahasiswa dalam mengejar cita-citanya serta support orang tua untuk mendampingi anaknya.

CITA-CITA SEJAK SMA
Andro merupakan alumnus SMA Negeri 4 Yogyakarta. Keinginannya menempuh pendidikan di ITB telah tumbuh sejak duduk di kelas X SMA. Keinginan tersebut sempat tertunda lantaran kondisi ekonomi keluarga. Yusuf, ayah Andro, nan bekerja sebagai pengemudi bajaj, mengaku awalnya belum mengizinkan anaknya berkuliah di Bandung lantaran cemas tidak bisa memenuhi kebutuhan pendidikannya.

“Waktu itu saya mengatakan kepada Andro, jika kuliah di Bandung, saya belum bisa membiayainya. Akhirnya dia mencoba kuliah di Yogyakarta,” ungkap Yusuf.

Meski awalnya berencana mengambil jarak satu tahun, Andro mengikuti saran orang tuanya untuk mencoba menjalani perkuliahan di Yogyakarta.

Memasuki semester kedua kuliah di Yogyakarta, Andro mulai memikirkan kembali cita-citanya untuk berkuliah di ITB. Tanpa bercerita kepada keluarganya, dia mempersiapkan diri kembali mengikuti UTBK. Karena keterbatasan biaya, Andro tidak mengikuti pengarahan belajar. Ia mengandalkan video pembelajaran nan tersedia di YouTube serta mengikuti sejumlah latihan dan uji coba tes secara daring.

“Saya belum pernah ikut bimbel lantaran persoalan biaya. Saya sangat mengandalkan YouTube dan tryout online. Saya mencari materi nan mau dipelajari, menyelesaikannya, kemudian melanjutkan ke materi berikutnya,” tuturnya.

Yusuf, saat mengetahui Andro dinyatakan diterima di ITB, mengaku sempat bingung memikirkan biaya nan kudu dipersiapkan. Namun, istrinya membujuk Yusuf tetap percaya dan mengupayakan keberangkatan anak mereka. “Istri saya bilang, ‘Ayah, bismillah’. Akhirnya, saya mengizinkan dan mendukung Andro berangkat ke Bandung,” tutur Yusuf.

FOKUS BELAJAR
Terkait rencana berkuliah, Andro berencana konsentrasi belajar agar memperoleh hasil akademik nan baik pada masa TPB dan dapat melanjutkan pendidikan pada program studi nan diinginkannya, ialah astronomi. Ketertarikannya terhadap astronomi tumbuh dari kegemarannya mempelajari fisika dan pengalamannya mengikuti pengajian nan membahas langit serta luasnya alam semesta.

“Saya pernah mengikuti pengajian nan menjelaskan tentang langit. Dari sana saya semakin tertarik lantaran buatan Tuhan nan Maha Esa begitu luas. Saya mau mendalaminya,” terang Andro.

Nama Andromeda nan diberikan kedua orang tuanya juga mempunyai makna tersendiri. Yusuf berambisi nama nan terinspirasi dari Galaksi Andromeda tersebut dapat menjadi angan agar anaknya mempunyai pemikiran nan luas. “Andromeda itu galaksi. Harapannya, dia mempunyai jangkauan pemikiran nan luas, seluas galaksi,” tandas Yusuf.

Bagi Andro, kesempatan berkuliah di ITB bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga amanah untuk membalas perjuangan orang tua dan support beragam pihak nan telah membantunya. “Saya pasti sangat berterima kasih dan senang lantaran sudah mau berkuliah di ITB sejak lama. Saya juga mau menjadi bagian dari ITB,” ujarnya.

BUKA AKSES PENDIDIKAN
Rektor ITB,  Tatacipta Dirgantara menyampaikan selamat kepada Andromeda dan keluarganya atas keberhasilan tersebut. “Alhamdulillah, bisa sampai ke sini. Selamat untuk Bapak, Ibu, dan Andro. Kami berupaya agar sebanyak mungkin adik-adik nan mempunyai keahlian akademis baik dapat diterima di ITB. Kami tidak membeda-bedakan keahlian ataupun latar belakang family dan ekonomi,” imbuhnya.

Tata juga menyampaikan, ITB terus berupaya memfasilitasi mahasiswa berprestasi agar dapat menjalani pendidikan dengan lancar. (E-2)

Selengkapnya