Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi membeberkan potensial penanammodal nan bakal ikut membangun jaringan kereta Trans Kalimantan. Menurutnya ada pihak dari China dan Rusia nan tertarik.
Menurut Dudy, pembangunan jalur kereta di Kalimantan ini tetap dalam tahap penjajakan lantaran kudu dibangun dari nol, beda dengan di Sumatra nan sudah mempunyai jaringan rel kereta di beberapa provinsi.
"Belum, belum (kereta api di Kalimantan). Tapi sudah kita jajaki dengan dalam negeri maupun dengan luar negeri, di antaranya China dan Rusia sudah kita jajaki," kata Dudy, Kamis (6/8/2026).
Dudy juga belum bisa membeberkan berapa nilai investasi nan dibutuhkan untuk membangun jaringan kereta ini. Pasalnya saat ini tetap melakukan kalkulasi untuk pembangunan dan untung bisnis.
Diketahui, beberapa kali Rusia sempat ikut untuk menggarap proyek perkeretaapian di Kalimantan melalui Russian Railways. Saat berjamu ke Rusia pada 3 Juli 2022, Presiden RI Ke - 7 Joko Widodo juga kembali mendapatkan penawaran untuk pembangunan proyek perkeretaapian di IKN.
"Nah, itu (kerja sama Rusia) kita buka kembali, kita jajaki kembali, termasuk dengan China," kata Dudy.
Lebih lanjut, Dudy mengatakan bahwa komunikasi dengan penanammodal China dan Rusia juga sudah dilakukan.
"Oh jika komunikasi sudah. Mereka pasti sedang- sedang mencoba untuk menghitung, kemudian kelak bakal menyampaikan proposal ke kita ya," tuturnya.
Dudy menambahkan, proyek ini juga bakal melibatkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), mengingat KAI berada di bawah naungan Danantara.
Dari sisi minat investor, dia menilai Trans-Sumatra lebih diminati oleh KAI sendiri, sementara Trans-Kalimantan lebih menarik minat penanammodal asal China maupun Rusia.
"Saya lihat sih sepertinya jika Sumatra logistiknya KAI nan lebih berkeinginan untuk mengembangkannya. Kalau di Kalimantan sepertinya dari China maupun Rusia nan berminat," pungkasnya.
(arj/arj)
[Gambas:Video CNBC]

1 jam yang lalu
4








English (US) ·
Indonesian (ID) ·