China-Rusia Bersatu, Bakal Wara-wiri di Dekat-Dekat RI

17 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - China dan Rusia kembali mempererat kerja sama militer. Kedua negara kembali menggelar latihan angkatan laut campuran tahunan berjudul Joint Sea-2026 pada Juli ini.

Setelah latihan selesai, kedua negara juga bakal melakukan patroli maritim berbareng di sejumlah wilayah Samudra Pasifik. Langkah tersebut menjadi sorotan lantaran sebagian area Pasifik Barat berada di sekitar Asia Tenggara dan berbatasan dengan wilayah maritim Indonesia termasuk melalui jalur menuju Laut Filipina dan Samudra Pasifik bagian barat.

"Setelah latihan, beberapa pasukan dari kedua belah pihak bakal melakukan patroli maritim campuran di wilayah Samudra Pasifik nan relevan," demikian pernyataan kementerian Pertahanan China seperti dikutip Channel News Asia (CNA) dari AFP, Senin (6/7/2026).

Beijing menegaskan agenda tersebut merupakan bagian dari kerja sama rutin antara kedua negara. Menurut kementerian, latihan dan patroli berbareng itu bermaksud menanggapi tantangan keamanan serta menjaga perdamaian dan stabilitas regional.

Namun, pemerintah China tidak merinci jumlah kapal perang. Beijing juga tidak mempublikasi jumlah personel nan bakal dikerahkan dalam operasi tersebut.

Latihan ini digelar sekitar dua bulan setelah Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan kunjungan ke China. Dalam kesempatan itu, Putin menyebut hubungan Moskow-Beijing telah mencapai tingkat nan belum pernah terjadi sebelumnya.

Sementara Presiden China Xi Jinping menggambarkan kemitraan kedua negara sebagai hubungan nan "tak tergoyahkan". Hubungan China dan Rusia memang semakin erat dalam beberapa tahun terakhir, baik di bagian ekonomi, diplomasi, maupun pertahanan, di mana kedua negara kerap menunjukkan sikap nan sejalan dalam menentang kekuasaan tatanan dunia nan dipimpin Amerika Serikat.

Joint Sea pertama kali digelar pada 2012. Tahun lalu, latihan serupa berjalan di sekitar pelabuhan Vladivostok, Rusia timur, dan dilanjutkan dengan patroli campuran di Samudra Pasifik.


Wara-wiri Dekat RI?

Patroli di area Pasifik menjadi perhatian lantaran wilayah tersebut merupakan jalur strategis nan terhubung langsung dengan Asia Timur, Asia Tenggara, hingga perairan utara Indonesia. Meski latihan kali ini dipusatkan di lepas pantai timur China, aktivitas patroli di Pasifik Barat berada relatif dekat dengan area Indo-Pasifik, termasuk jalur pelayaran nan menjadi kepentingan strategis Indonesia.

Di tengah meningkatnya kerja sama militer tersebut, posisi China terhadap perang Rusia-Ukraina juga terus menjadi sorotan. Beijing tidak pernah mengecam invasi Rusia sejak 2022 dan tetap menyatakan diri sebagai pihak netral nan mendorong penyelesaian bentrok melalui perundingan damai.

Namun, Amerika Serikat (AS) dan sejumlah negara Barat menilai China telah memberikan support terhadap upaya perang Moskow. Namun, tuduhan tersebut selama ini dibantah oleh Beijing.

(tfa/sef/tfa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya