CNG 3 Kg Masuk Uji Tahap ke-3, Kapan Beredar di RI? Ini Kata Bahlil

11 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pemerintah tetap melakukan uji coba tahap ketiga untuk tabung Compressed Natural Gas (CNG) 3 kg. Terutama sebelum dipasarkan secara luas.

Adapun, saat ditanya mengenai penggunaan teknologi dari Jerman dan China, Bahlil menegaskan seluruh proses tetap berada dalam tahap pengujian.

"Kalau uji coba tahap ketiganya Insya Allah berhasil, baru bisa kita implementasikan. Karena apa? Karena tabung tiga kilonya itu kan tekanannya itu kan sekitar 200 sampai 250 bar. Ini kita kudu hati-hati," kata Bahlil di Istana, Senin (6/7/2026).

Menurut dia, uji coba ditargetkan selesai pada Juli 2026. Setelah hasil pertimbangan selesai, maka pemerintah bakal mengumumkan langkah selanjutnya.

"Ya, kita doakanlah lebih sigap lebih baik," kata Bahlil.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan pengedaran CNG 3 kg bakal menggunakan sistem nan sama dengan LPG agar lebih mudah diterapkan di masyarakat.

"Di mana ada kegunaan agen, ada kegunaan pangkalan, ya itu memang kudu dikerjasamakan dengan Pertamina. Maksudnya pola nan dijalankan untuk CNG itu persis seperti salah satu ya, salah satu bentuknya persis seperti pola pengedaran LPG," jelas Laode beberapa waktu lalu, dikutip Senin (29/6/2026).

Laode menjelaskan, masyarakat nantinya tidak perlu membeli tabung CNG. Pemerintah bakal menerapkan sistem tukar isi gas, sementara kepemilikan tabung tetap berada di tangan badan upaya penyedia.

"Tabungnya itu kelak polanya bukan dibeli oleh masyarakat, tapi milik badan usaha. Jadi, masyarakat tinggal tukar-tukar aja," tegasnya.

Untuk tahap awal implementasi, pemerintah memutuskan mengimpor tabung CNG dari China. Langkah tersebut diambil lantaran teknologi pembuatan tabung bertekanan tinggi nan dibutuhkan belum diproduksi secara massal di dalam negeri.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya