Dedi Mulyadi Desak Polisi Ungkap Pembunuhan Petugas Keamanan Waduk Jatiluhur

59 menit yang lalu 4
Dedi Mulyadi Desak Polisi Ungkap Pembunuhan Petugas Keamanan Waduk Jatiluhur Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dj Mapolres Purwakarta.(MI/Reza Sunarya)

GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi mendatangi Mapolres Purwakarta untuk memantau langsung perkembangan penyelidikan kasus dugaan pembunuhan nan menewaskan seorang petugas keamanan di area Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Senin (27/7).

Usai melakukan pertemuan dengan interogator Satreskrim Polres Purwakarta, Dedi Mulyadi meminta abdi negara kepolisian untuk segera mengungkap pelaku di kembali peristiwa tersebut. Menurutnya, percepatan penanganan kasus ini sangat krusial guna memberikan rasa kondusif dan kepastian norma bagi masyarakat.

"Saya berjumpa dengan Kasat Reskrim untuk menanyakan perkembangan penyelidikan. Kami meminta agar kasus ini segera terungkap lantaran menyangkut rasa kondusif masyarakat," ujar Dedi Mulyadi di Mapolres Purwakarta.

Dedi menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap memberikan support penuh kepada pihak kepolisian dalam proses pengungkapan kasus. Ia menilai kerjasama nan solid antara pemerintah wilayah dan abdi negara penegak norma merupakan kunci utama dalam menciptakan kondusivitas di wilayah Jawa Barat.

Soroti Keamanan Objek Vital

Selain mendorong penuntasan kasus hukum, Dedi Mulyadi juga memberikan catatan serius mengenai lemahnya sistem pengamanan di area Bendungan Jatiluhur. Ia menekankan bahwa sebagai Objek Vital Nasional (Obvitnas), Jatiluhur mempunyai kegunaan strategis nan sangat luas, mulai dari pengendalian banjir, penyediaan listrik, irigasi pertanian, perikanan, hingga sumber air bersih.

Dedi menyayangkan minimnya akomodasi pengawasan modern, seperti kamera pengawas (CCTV), di sejumlah titik strategis area waduk tersebut. Ia pun meminta pihak pengelola, Perum Jasa Tirta (PJT), untuk segera melakukan pertimbangan menyeluruh terhadap protokol keamanan nan ada.

"Bendungan Jatiluhur mempunyai kegunaan nan sangat vital. Seharusnya ada CCTV di titik-titik krusial dan mempunyai command center nan dipantau selama 24 jam. Dengan begitu, setiap aktivitas dapat terawasi dan potensi ancaman bisa segera terdeteksi," tegasnya.

Gubernur berambisi pertimbangan ini dapat melahirkan sistem pengawasan nan lebih modern dan terintegrasi. Hal ini diharapkan bisa mencegah terjadinya gangguan keamanan serupa di masa mendatang serta melindungi aset negara nan sangat strategis tersebut. (I-2)

Selengkapnya