Fenomena Baru: Masak, Kasir, dan Waitress Dikerjakan 1 Orang

15 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Tren tenaga kerja merangkap tugas mulai terlihat di beberapa gerai restoran makanan siap saji. Sayangnya, tren tersebut justru mencerminkan penurunan permintaan dari konsumen nan kemudian memaksa pengelola gerai untuk melakukan efisiensi.

Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia pada Kamis (2/7/2026), salah satu toko makanan siap saji di area Blok M, Jakarta Selatan, terlihat sunyi oleh pengunjung. Hanya ada tiga meja saja nan terisi. Jumlah pelayan nan bekerja juga hanya satu orang saja. Selain menjadi kasir, pelayan tersebut juga menjadi penyaji hingga pengantar makanan.

Sang pelayan rupanya merangkap beragam macam tugas dalam satu periode kerja nan sebenarnya bisa dilakukan oleh beberapa orang karyawan. Namun sekarang, beberapa tugas tadi cukup dikerjakan oleh satu orang tenaga kerja saja.

Berikutnya, CNBC Indonesia berjumpa dengan Adi, tenaga kerja dari restoran makanan siap saji nan berada di dekat Kemang, Jakarta Selatan. Adi bercerita, pandemi Covid-19 hingga penurunan permintaan dari masyarakat cukup berakibat terhadap kelangsungan restoran tempatnya bekerja.

Terbukti, restoran tempat Adi bekerja melakukan efisiensi jumlah tenaga kerja. Semula, restoran tersebut mempekerjakan enam karyawan, namun sekarang hanya tinggal dua tenaga kerja saja setiap shift. Bahkan, restoran tersebut hanya diisi oleh satu tenaga kerja ketika shift malam berlangsung

"Setelah Corona, tenaga kerja berkurang dari enam menjadi dua," kata dia, kepada CNBC Indonesia, dikutip Senin (6/7/2026).

Sebagaimana tenaga kerja lainnya, Adi mengerjakan beragam tugas di restoran seperti memasak makanan ayam goreng, kentang goreng, dan makanan siap saji lainnya. Pada saat nan sama, Adi juga merangkap sebagai kasir dan pengantar makanan untuk konsumen nan memesan. Meski demikian, dia mengaku mendapatkan penghasilan nan sama seperti sebelum adanya efisiensi tenaga kerja.

"Kalau gajinya sih sama aja sekarang sama dulu," terangnya.

Menurut Adi, pengurangan jumlah tenaga kerja sejalan dengan tren penurunan penjualan produk makanan di tempatnya bekerja. Dia menilai, tingkat keramaian restoran siap saji di tempatnya bekerja tergolong rendah. Restoran siap saji biasanya condong ramai jika berlokasi di area publik seperti stasiun alias rest area.

Restoran sigap saji di area Jakarta Selatan pada Kamis (2/7/2026). (Dok Ist)Restoran sigap saji di area Jakarta Selatan pada Kamis (2/7/2026). (Dok Ist) Foto: Restoran sigap saji di area Jakarta Selatan pada Kamis (2/7/2026). (Dok Ist)

(dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya