Kapolres Brebes, AKBP Ali Akbar (ketiga dari kiri) meninjau sarana/peralatan mengenai atasi kekeringan.(MI/Supardji Rasban)
DALAM rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi musibah pada musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah bekerja-sama dengan stake holder terkait, menggelar Apel Kesiapsiagaan Tanggap Bencana dan Penggelaran Sarana Prasarana. Apel digelar di lapangan Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Kabupaten Brebes, Rabu (5/8/2026).
Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Brebes AKBP Muhammad Ali Akbar dan dihadiri unsur Forkopimda, TNI, Polri, BPBD, para camat serta lembaga mengenai sebagai corak sinergi dalam menghadapi potensi musibah di wilayah Kabupaten Brebes.
Ali Akbar menyampaikan apresiasi kepada BPBD Kabupaten Brebes dan seluruh pihak nan telah berkedudukan dalam penyelenggaraan apel kesiapsiagaan sebagai bentuk tanggung jawab berbareng dalam mengantisipasi potensi bencana, khususnya pada musim kemarau.
Kapolres menjelaskan bahwa berasas prakiraan BMKG, sebagian besar wilayah Kabupaten Brebes telah memasuki musim tandus sejak Mei 2026 dan saat ini berada pada puncak musim tandus dengan lama nan cukup panjang. Kondisi tersebut meningkatkan akibat terjadinya kekeringan serta kebakaran rimba dan lahan nan kudu diantisipasi secara bersama-sama.
Ia juga mengingatkan bahwa pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan Kabupaten Brebes tetap mempunyai tingkat kerawanan nan cukup tinggi terhadap musibah kekeringan. Pada tahun 2023 tercatat sebanyak 66 desa di 11 kecamatan terdampak kekeringan, sementara pada tahun 2024 tetap terjadi di 32 desa pada 9 kecamatan. Hingga akhir Juli 2026, telah terdapat empat desa di dua kecamatan nan mengusulkan pengedaran air bersih serta enam titik kebakaran rimba dan lahan nan sukses ditangani.
Melalui apel kesiapsiagaan ini, Kapolres berambisi koordinasi dan sinergi seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, bumi usaha, akademisi, media hingga masyarakat, semakin solid dalam menghadapi beragam potensi bencana. Menurutnya, kesiapsiagaan tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan peralatan, tetapi juga komunikasi nan cepat, kerja sama nan kuat, dan kepedulian seluruh pihak.
Kegiatan apel dilanjutkan dengan penggelaran dan pengecekan sarana prasarana penanggulangan musibah sebagai corak kesiapan personel maupun peralatan dalam memberikan respons sigap andaikan terjadi musibah di wilayah Kabupaten Brebes.
“Melalui aktivitas ini diharapkan seluruh unsur nan terlibat semakin siap, sigap, dan terkoordinasi dalam melindungi masyarakat serta meminimalkan akibat musibah selama musim tandus Tahun 2026,” ujar Ali Akbar.
Ali Akbar menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi musibah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan kerjasama seluruh komponen masyarakat.
“Apel kesiapsiagaan ini merupakan langkah nyata untuk memastikan personel, sarana prasarana, serta koordinasi lintas lembaga betul-betul siap menghadapi potensi kekeringan maupun kebakaran rimba dan lahan selama musim tandus 2026,” pungkasnya. (H-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·